348.000 Pekerja Terancam PHK, Kemnaker Buat Program Pemagangan

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 19:20 WIB
Kemnaker
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan melakukan upaya untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar kerja global guna mengatasi dampak dari era industri 4.0. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengundang Jakarta Japan Club (JCC) membahas Diskusi Terbatas Program Pemagangan dan Job Fair.

"Kita tadi membicarakan banyak hal terkait dengan program-program di antaranya program pelatihan vokasi dan pemagangan, pengembangan kewirausahaan, dan program Certified Skill Workers (CSW) di Jepang," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah setelah pertemuan tersebut, Kamis (12/3/2020).

Hal tersebut untuk mencegah potensi akan ada 23 juta pekerjaan yang terdampak otomatisasi dan diprediksi akan terjadi 348 ribu pekerja terkena PHK akibat era industrialisasi 4.0 sebagaimana survey oleh Mc. Kinsey.

Untuk itu, pemerintah memiliki kebijakan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Kebijakan pelatihan vokasi yang ditetapkan oleh Kemnaker yaitu triple skilling yang terdiri dari skilling, up skilling, dan re-skilling.

Target grup skilling adalah para pencari kerja yang belum memiliki keterampilan, target grup up skilling adalah pekerja yang ingin meningkatkan kompetensinya, dan target grup re-skilling yaitu untuk pekerja yang berpotensi atau telah ter-PHK untuk memberikan keterampilan dalam rangka alih profesi.

"Selama ini Jepang termasuk di antara negara yang sangat men-support pembangunan sumber daya manusia karena Jepang termasuk negara yang memiliki usaha atau industri di Indonesia," tambahnya.

Kemnaker yakin bahwa JJC mampu menjadi partner yang mampu memecahkan masalah yang ada dengan mengembangkan SDM Indonesia dan mengurangi pengangguran.

"Anggota dari Jakarta Japan Club ini cukup banyak, ada 730 industri, kita mau mulai dari sektor otomotif dulu," paparnya.

Sejak tahun 1970, perusahaan Jepang telah banyak berinvestasi di Indonesia. Hal tersebut melatarbelakangi lahirnya JCC sebagai perkumpulan perusahaan Jepang yang berkantor di Jakarta.

Sementara itu, perwakilan JCC yang juga menjabat sebagai President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masamichi Tanaka menyebut pihaknya akan berkontribusi terhadap pengembangan SDM Indonesia.

"Kami sangat berharap dengan kontribusi kami terhadap pengembangan SDM, Indonesia memanfaatkan sebaik mungkin dan kami merasa terhormat bisa membantu Indonesia," terang Tanaka.

Ketika disinggung soal wabah Covid-19, Ida Fauziyah menyebut proses pemagangan ke Jepang akan mengikuti prosesur yang ada.

"Semua pasti akan mengikuti protokol kesehatan, semuanya dalam proses penyiapan dalam konteks pemagangan, pelatihan yang kita lakukan, belum pada proses penempatannya," pungkas Ida Fauziyah.

(prf/ega)