Efektif Tekan Pengangguran, Wagub Sulut Ingin Dana Desa Lebih Besar

Reyhan Diandra - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 16:49 WIB
Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi
Foto: kemendes PDTT
Jakarta -

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O E Kandouw mengatakan sebanyak 70% masyarakat Sulawesi Utara tinggal di desa. Meski demikian jumlah pengangguran terbesar justru berada di kota. Steven mengungkapkan bahwa dana desa yang diberikan oleh Kemendes, memiliki peranan besar terhadap pengurangan jumlah pengangguran di desa.

"Setelah dievaluasi setelah adanya dana desa pengangguran di desa berkurang. Untuk itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meminta dengan hormat agar dana desa tahun depan kalau bisa lebih besar dari tahun ini," ujar Steven, dalam keterangan tertulis, Kamis(12/3/2020).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Menurut Steven, dana desa ke depan tidak hanya akan menjadi ujung tombak pemerintahan desa, namun juga akan menjadi ujung tombak pemerintahan pusat dan daerah. Ia mengakui bahwa dana desa sangat membantu pembangunan daerah, karena fiskal di 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara masih tergolong rendah.

"Kalau tidak ada dana desa mau jadi apa. Kita bersyukur dengan adanya dana desa. Tugas kita adalah bagaimana mengoptimalkan," ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengatakan, dana desa menjadi tulang punggung bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak akan disebut sebagai negara maju jika masih memiliki banyak desa tertinggal.

"Nggak mungkin Indonesia maju tanpa desa maju. Desa maju, Indonesia maju. Kemajuan Desa adalah penanda kemajuan Indonesia," ujar Budi.

Dalam lima tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2015-2019 pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 257 triliun, ditambah tahun 2020 sebesar Rp 72 triliun. Hingga tahun 2024, direncanakan total dana desa yang akan disalurkan sebesar Rp 400 triliun.

"Untuk di Sulawesi Utara, total dana desa dari tahun 2015-2019 sebesar Rp 4,75 triliun. Jadi apa? jadi jalan desa, jembatan, pasar desa, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), tambatan perahu, embung, dan sebagainya," ungkap Budi.

Menurut Budi, di Sulawesi Utara sendiri pada tahun 2019 masih memiliki sebanyak 12 desa dengan status sangat tertinggal dan 321 desa tertinggal. Selebihnya, terdapat 976 desa dengan kategori berkembang dan sebanyak 197 desa maju.

"Belum ada contoh desa mandiri di Sulawesi utara. Mudah-mudahan dengan kerja keras kita semua, kita bisa tingkatkan status semua desa di Sulawesi Utara," ujarnya.

"Masa depan bangsa Indonesia itu di sektor pertanian, perikanan dan pariwisata. Itu absolute competitive advantage kita sebagai bangsa. Semua itu ada di Sulawesi Utara. Jadi masyarakat Sulut harus bisa menjadi salah satu yg terdepan mewujudkan Indonesia maju," pungkas Budi.

(mul/ega)