Kemendes Diibaratkan Leicester City, Klub Orang Terbuang tapi Juara

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 16:35 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi
Foto: kemendes PDTT
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengatakan Kemendes PDTT dalam lima tahun ke depan akan lebih banyak menghadapi tantangan yang tidak mudah. Namun, karena berjalannya fungsi manajemen maka akan membantu penyelesaian tantangan itu.

Anwar menjabarkan, tiga pilar manajemen berkaitan dengan penilaian kinerja, pertama yaitu kelembagaan atau struktural yang jelas tugas dan fungsinya. Ini jadi bagian penting untuk peningkatan manajemen dengan adanya kelembagaan yang baik, meski memang tidak ada formula yang pasti untuk mengukur keberhasilan.

Kedua, Sumber Daya Manusia (SDM). Terkait ini, Anwar akui sedikit pesimis dengan SDM yang ada Kemendes PDTT saat pertama kali menjadi Sekjen. Anwar mengibaratkan SDM di Kemendes PDTT dengan klub Liga Inggris, Leicester City. Klub ini tempat orang terbuang namun dengan racikan Claudio Ranieri bisa jadi juara.

"Saya melihat kondisi kita tapi dengan semangat yang kita bisa membuktikan bahwa kita terbaik dan bukan orang terbuang, yah meski memang adalah SDM yang nakal-nakal," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2020).

Sedangkan untuk fungsi yang ketiga terkait dengan Tata Kelola yang menyatukan Lembaga dan fungsi SDM. Dari ketiga faktor ini, Kemendes membuktikan jika bisa menjadi yang terbaik dan mendapat apresiasi yang signifikan. Hal tersebut disampaikan oleh Anwar saat membuka Rapat Koordinasi Sekretariat Jenderal di Hotel Bidakara.

Lebih lanjut selama lima tahun ke depan, Kemendes PDTT masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Meski adanya penyebaran virus Corona, namun tantangan yang telah ada sudah cukup berat. Pada RPJMN 2020-2024, Kemendes PDTT diberikan tantangan. Jika awalnya desa mandiri hanya 2.500 menjadi 10.000, desa tertinggal hanya 5.000 menjadi 10.000. Belum lagi target yang mengenai penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa yang tercermin dari BUMDes yang harus berkembang.

"Kita harus lakukan penataan kelembagaan karena tantangan yang diberikan sudah berbeda dan lebih banyak. Maka harus dilakukan penyesuaian maka setelah diskusi lahirlah struktur organisasi baru yang telah ada di meja Presiden untuk menjalankan mandat tentang Desa, PDT dan Transmigrasi dengan target yang lebih tinggi," tandas Anwar.

Lalu, Anwar mengatakan tujuan Sekretariat Jenderal gelar Rakor ini untuk evaluasi program kerja 2019, di mana ini merupakan titik akhir RPJMN 2014-2019. Jika dilihat lima tahun kemarin, meski terhitung kementerian baru, namun dengan semangat dan komitmen yang tinggi oleh seluruh jajaran Kemendes PDTT dengan utamakan nilai-nilai APIK, maka beban dan mandat bisa dilaksanakan dengan baik.

"Lima tahun kemarin kita bisa membuat catatan emas kinerja kita untuk membangun Indonesia lewat desa,, meski itu tidak mudah," kata Anwar.

Pengurus Pusat KAGAMA ini mengingatkan, jajaran dan staf di Kemendes PDTT untuk tidak terlena dengan keberhasilan yang diperoleh saat ini, namun dijadikan momentum untuk bisa jalankan tantangan lima tahun ke depan.

"Target penilaian anggaran setiap empat bulan maka harus jadi kinerja dengan baik agar bisa jadi performa," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kepala Biro Perencanaan Muh Rizal mengatakan, Sekretariat Jenderal memiliki fungsi untuk mendukung pencapaian target yang dicanangkan oleh pemerintah. Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut dibutuhkan pelaksanaan tugas manajemen dan teknis lainnya sebagai unsur target kinerja kementerian. "Raker ini menjadi strategis untuk mendukung kegiatan strategis kementerian," kata Rizal.

Tujuan pelaksanaan melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun 2019, menyusun rencana kerja tahun 2020 dan meningkatkan kualitas pelayanan Setjen terhadap Stakeholder. "Meningkatkan kompetensi dan kebersamaan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal," tambahnya

Peserta Raker yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 222 peserta dan bakal dihadiri oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar.

(mul/ega)