Sudirman Hormat pada Sopir Bus, Diponegoro Nombak Ikan
Rabu, 07 Des 2005 11:10 WIB
Jakarta - Sudirman selalu menghormat para sopir, sedangkan Diponegoro sibuk menombak ikan. Itulah guyonan warga Jakarta, Rabu (7/12/2005) ini. Gurauan itu untuk mengomentari dua patung pahlawan yang menghiasi Ibukota.Patung Sudirman dipasang di jalur hijau di tengah Jalan Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Patung mahal itu menggambarkan Jenderal Sudirman dalam posisi tegak memberi penghormatan. Patung ini mengarah ke kawasan Bundaran HI. Jadi, para pengendara kendaraan dari arah Bundaran HI menuju Blok M, akan bisa menatap wajah pahlawan kemerdekaan itu.Dan karena posisi hormatnya itulah maka timbul komentar bahwa Jenderal Sudirman selalu memberi hormat kepada para pengguna jalan yang lewat, termasuk para sopir bus."Setiap lewat sana rasanya kok tidak tega melihat patung tersebut. Seolah-olah Jenderal Sudirman memberikan hormat kepada semua orang yang lewat di hadapannya," kata pembaca detikcom, Raflis, dalam e-mailnya."Alangkah baiknya patung tersebut tidak dalam posisi hormat, karena mestinya dia yang harus dihormati," sambungnya.Patung Jenderal Sudirman diresmikan pada Agustus 2003. Secara keseluruhan tinggi patung itu mencapai 11 meter, terdiri atas patung inti (sosok Jenderal Sudirman) setinggi 6,5 meter dan penyangga setinggi 5,5 meter. Terbuat dari perunggu seberat 4 ton dan menyedot dana Rp 3,5 miliar. Perancang dan pematungnya adalah Sunaryo. Dia adalah pelukis, pegrafis, pendesain interior, dan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB).Jenderal Sudirman adalah seorang pemimpin pasukan gerilya pada masa perang kemerdekaan (1945-1949). Ia menyandang anugerah Panglima Besar. Karena itu, sosok dan pengabdiannya kepada bangsa dan negera layak dikenang dan diabadikan. Nah, pada Selasa kemarin, Jakarta kembali punya patung gres yaitu Pangeran Diponegoro. Letaknya di lahan hijau depan Gedung Bappenas, Jalan Diponegoro. Semula, hiasan di situ adalah patung perempuan yang oleh banyak orang dipanggil Patung Kartini. Dengan dalih patung wanita itu tidak menggambarkan nama jalan, akhirnya patung itu dipindah dan diganti dengan patung Diponegoro sumbangan konglomerat Ir Ciputra.Patung perunggu seberat 2,5 ton itu menggambarkan sosok Pangeran Diponegoro yang tengah menunggang kuda. Kaki depan kuda menukik ke atas sedangkan Pangeran Diponegoro menghadap kiri dan tengah berusaha menombak. Nah, di bawah patung pahlawan nasional itu terdapat kolam seluas 110 meter persegi plus air mancur. Dengan pemandangan seperti itu, para wartawan yang meliput acara peresmian Selasa kemarin ramai menyeletuk,"Wah Pangeran Diponegoro sedang nombak ikan."Peresmian patung itu bertepatan dengan hari jadi Sutiyoso ke 61 tahun. Patung itu setinggi 9 meter, terdiri dari patung inti 4 meter, sisanya penyangga. Patung itu diilhami lukisan maestro Hendra Gunawan berjudul Diponegoro Berkuda.Foto:Patung Diponegoro menukik dengan tombaknya di tengah cucuran air mancur (Diky Sasra)
(nrl/)











































