Cegah Corona, Anies Minta Relawan Perkuat Sosialisasi di Thamrin-Blok M

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 14:57 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan
Foto: Gubernur DKI Anies Baswedan (Soraya Novika/detikcom)
Jakarta -

Dalam forum terkait pembahasan virus Corona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara soal jalanan di Ibu Kota yang memiliki risiko interaksi internasional tinggi. Apa maksud Anies?

Pernyataan Anies itu bisa disaksikan lewat video yang diunggah Pemprov DKI Jakarta di YouTube. Seperti dilihat Kamis (12/3/2020), Anies berbicara dalam acara 'Sosialisasi Pencegahan Pengendalian dan Update Situasi Corona Virus Disease (COVID-19)'.

Anies awalnya memberikan paparan. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Anies lalu menjawab dua pertanyaan yang intinya soal sosialisasi edukasi dan promosi kesehatan. Pertanyaan itu juga menyangkut soal aturan penggunaan masker yang tepat.


"Mengenai kampanye. Bu Tiur, Pak Jajang. Jadi bantu nanti dengan tim komunikasi kita untuk mempromosikan. Intinya kan gini, membuat masyarakat lebih sadar apa yang harus dikerjakan, termasuk penggunaan masker itu, dan lain-lain supaya alert," kata Anies.

Anies mengaku terpikirkan untuk menyiapkan petugas yang lebih banyak untuk sosialisasi itu. Di sinilah Anies berbicara soal jalanan di Jakarta yang punya risiko interaksi internasional yang tinggi.

"Kami malah terpikir siapkan petugas-petugas lebih banyak, relawan lebih banyak, mungkin sebagian malah mahasiswa, mahasiswa dari institusi pendidikan yang terkait dengan medis yang bisa jadi relawan untuk membantu menjelaskan kepada publik, terutama di kawasan-kawasan yang punya risiko interaksi internasional yang tinggi," sebut Anies.


Jalanan mana saya yang dimaksud Anies? Salah satu kawasan dengan risiko interaksi internasional tinggi itu adalah Jalan Sudirman.

"Jadi kalau di Setu Babakan, agak jarang itu. Tapi kalau di Jalan Sudirman, Thamrin, nah itu agak intens. Di kawasan Blok M, itu intens. Jadi di tempat-tempat yang punya interaksi internasional tinggi. Nanti kita siapkan kerja sama-sama relawan dibekali sesuai dengan protap yang dimiliki di RSPI Sulianti Saroso," jelas Anies.

"Bahkan mungkin kita kirimkan tim, buat gambaran betapa tenangnya yang di sana (RSPI SS), supaya yang di tempat lain tidak panik. Wong, pusatnya saja tenang tapi waspada. Kalau rileks salah, tenang tapi waspada. Dan tidak merasa gelisah," sambungnya.

Simak Juga Video "Cegah Corona di Jakarta, Pemprov Bentuk Tim Review Perizinan"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)