Manfaatkan JKN, Penderita Kanker Nasofaring Ini Kondisinya Membaik

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 12:29 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok BPJS Kesehatan
Jakarta -

Tahun 2019 menjadi tahun yang berat buat Ni Wayan Sukma Winarsih. Kala itu, ibu tiga orang anak harus menguatkan hati setelah suaminya divonis mengidap penyakit kanker nasofaring.

Di tengah kepedihan, Sukma setia mendampingi suaminya menjalani pengobatan intensif. Ketabahan warga Karangasem, Bali dan keluarga kini berbuah manis. Suami Sukma telah berangsur membaik kondisi kesehatannya.

Beruntung buat Sukma karena ia dan keluarga terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Biaya pengobatan suami sepenuhnya ditanggung JKN-KIS, sehingga tidak menggelayuti perekonomian keluarga.

Setelah melewati badai, wanita berusia 40 tahun itu sadar menjadi peserta JKN-KIS tidak sekadar keharusan membayar iuran. Tapi, JKN-KIS merupakan investasi jangka panjang sekaligus sarana untuk membantu sesama dan bentuk ketaatan sebagai warga negara Indonesia.

"Menjadi peserta JKN-KIS memang harus ikhlas dan sadar terlebih dahulu, tulus untuk bergotong-royong saling membantu satu sama lain dan sadar untuk memenuhi kewajiban, jika itu sudah dipenuhi maka hak pun akan datang dengan nikmat ketika diperlukan," kata Sukma dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Sukma dan keluarga sudah tiga tahun terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dia telah merasakan sendiri manfaat sangat besar dari program jaminan tersebut. Beberapa waktu lalu, ia mendaftarkan anak ketiganya pada segmen peserta Pekerja Mandiri kelas 3 agar mendapatkan proteksi yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

"Keikhlasan dan kesadaran saya terbukti ketika suami saya harus berobat rutin karena kanker yang ia derita, beruntung JKN-KIS menanggung semua biaya pengobatannya sehingga tidak membebani ekonomi kami," ungkap Sukma.

Ia berterimakasih kepada JKN-KIS, yang menurutnya sudah membantu kesejahteraan keluarga. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ekonomi keluarga. Dengan JKN-KIS, proteksi kesehatan keluarga menjadi lebih terjamin dan tidak membebani perekonomian jika ada anggota keluarga yang harus menjalani pengobatan.

(ega/ega)