Kasus Aborsi 903 Janin di Senen di Ungkap Polisi, Komnas PA Beri Apresiasi

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 11:44 WIB
Penghargaan Komnas PA Atas Pengungkapan Kasus Aborsi di Senen
Foto: Penghargaan Komnas PA Atas Pengungkapan Kasus Aborsi di Senen (Matius Alfons)
Jakarta -

Baru-baru ini Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi yang mencapai 903 janin di sebuah klinik di Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Komnas Perlindungan Anak mengapresiasi kinerja polisi ini dan mengganjarnya dengan penghargaan.

"Komnas PA sebagai lembaga yang memberi perhatian perlindungan anak memberi penghargaan setinggi-tingginya karena ini langkah sangat strategis dan keberhasilan memberikan perlindungan kepada anak anak khususnya anak anak yang punya hak hidup yang harus dilindungi oleh negara termasuk penegak hukum," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

Arist mengatakan keberhasilan ungkap kasus klinik aborsi Paseban yang membunuh 903 janin tersebut menjadi inspirasi Kepolisian daerah lainnya. Selain itu, menurutnya kasus ini juga menjadi perhatian dunia internasional.

"Terbongkarnya kasus aborsi ilegal ini membawa inspirasi di kantor kepolisian di beberapa wilayah, seperti di Jatim, Sulbar, Sumut yang sampai saat ini terus dikejar dan dibongkar kasusnya, ini merupakan inspirasi karena kasus ini juga jadi perhatian internasional karena ini kejahatan terhadap kemanusiaan," ucap Haris.

Dia berharap penghargaan ini sebagai motivasi awal untuk memutus rantai kasus kejahatan terhadap anak di Indonesia.

"Ada latarbelakang dan membuat peristiwa itu jadi gerakan nasional untuk memberantas dan memutus mata rantai kejahatan terhadap anak termasuk apa yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya," ujar Haris.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan mengapresiasi penghargaan dari Komnas PA. Menurutnya penghargaan ini bisa menjadi dorongan untuk terus memberantas kasus aborsi ilegal.

"Mudah-mudahan ini menjadi semangat menambah semangat dari anggota sekalian khususnya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini untuk meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi, bisa mengungkap perkara-perkara aborsi ilegal maupun yang lain semuanya," sebutnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya membongkar klinik aborsi di Senen, Jakarta Pusat pada Senin (17/2) lalu. Di klinik tersebut. polisi menangkap 3 orang tersangka.

Klinik ini telah melakukan aborsi terhadap 903 bayi sejak 2018. Selain itu, keuntungan yang diraup dari bisnis ini mencapai Rp 5,5 miliar.

"Saya sudah sampaikan 1.632 orang pernah ditangani di sini, dengan 903 dia aborsi selama 21 bulan sejak 2018 sampai sekarang ini. Total dia terima hasil pemeriksaan kita Rp 5,5 miliar lebih," terang Yusri.

(maa/mei)