Kasus Mafia Migas Eks Bos Petral, KPK Panggil Saksi dari Perusahaan Swasta

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 11:10 WIB
Gedung KPK
Foto: Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Direktur Utama PT Anugerah Pabuaran Regency, Lukma Neska terkait kasus perdagangan minyak mentah dan kilang di Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES). Lukma dipanggil sebagai saksi untuk mantan Managing Director PES Bambang Irianto.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BI (Bambang Irianto)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).

Bambang Irianto juga pernah menjabat Dirut Pertamina Energy Tranding Ltd (Petral) sebelum dibubarkan pada 2015.

Bambang Irianto ditetapkan tersangka karena diduga menerima duit suap USD 2,9 juta lewat perusahaan yang didirikannya di British Virgin Island, yakni SIAM Group Holding Ltd. Duit itu diduga diberikan ke Bambang karena membantu mengamankan jatah Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang.

PES disebut KPK seharusnya mengacu pada pedoman yang menyebutkan penetapan penjual atau pembeli yang akan diundang untuk ikut dalam competitive bidding atau direct negotiation mengacu pada aturan PT Pertamina (Persero) dengan urutan prioritas: NOC (National Oil Company), Refiner/Producer, dan Potential Seller/Buyer.

Namun, pada kenyataannya, tidak semua perusahaan yang terdaftar pada Daftar Mitra Usaha Terseleksi (DMUT) PES diundang mengikuti tender di PES.

Simak Juga Video "Dubes Tunisia Sambangi KPK, Ada Apa?"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2