Round-Up

Teka-teki Ponsel di Dalam Sel yang Tak Diakui Imam Nahrawi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 08:14 WIB
Terdakwa dugaan suap dana hibah KONI, Imam Nahrawi kembali jalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Disana Imam terlihat mengenakan masker.
Imam Nahrawi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemilik telepon seluler atau ponsel di sel Imam Nahrawi menjadi teka-teki. Eks Menpora itu mengaku tak tahu menahu tentang ponsel yang ditemukan KPK di selnya itu.

Penemuan ponsel itu bermula dari beredarnya foto tangkapan layar status WhatsApp terdakwa kasus dugaan suap dana hibah KONI itu. Tangkapan layar itu menunjukkan Imam yang mengunggah foto saat menunaikan ibadah haji dengan istrinya, Shobibah Rohmah.

Unggahan foto itu disertai caption 'Kenangan haji tahun kemarin setelah antri selama 7 th..haji reguler mendampingi ibunda tercinta dan bibinda yg lemah...smg semua sahabat muslim Allah mudahkan utk bisa ziarah makkah madinah lilhajji wal umrah secepatnya.amiiin alfaatihah'. Pada pojok atas tangkapan layar itu terlihat tertulis nama Imam Nahrawi.

KPK pun bergerak. KPK langsung melaporkan informasi terkait Imam Nahrawi ke Karutan KPK. Hasilnya, ditemukan ponsel yang sudah mati di kamar sel Imam Nahrawi.

"Atas informasi tersebut kemudian kami segera melaporkan kepada Karutan KPK untuk ditindaklanjuti. Dan kemudian hari Jumatnya petugas rutan melakukan melakukan sidak ke dalam rutan. Dalam rutan dan kemudian saat itu memang menemukan ada alat bukti elektronik berupa handphone yang sudah mati," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).



Uji forensik juga dilakukan untuk mengetahui isi di dalam ponsel mati tersebut. Selain itu, petugas rutan tempat Imam ditahan juga diperiksa.

"Iya tentunya (petugas rutan diperiksa) secara keseluruhan bagian dari proses itu semua dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terkait dengan ditemukannya HP di dalam rutan tersebut," kata Ali.

KPK juga terus melakukan pendalaman. KPK mencoba membongkar misteri siapa yang menyelundupkan ponsel itu ke kamar Imam Nahrawi. Sebab, pemeriksaan sesuai standard operating procedure (SOP) selalu diterapkan di rutan.

"Perlu kami sampaikan bahwa di Rutan KPK, Rutan Pomdam Jaya Guntur, tentunya di sana sudah dilakukan pemeriksaan. Ada SOP, ada berlapis tempat baik itu pengunjung maupun terdakwa yang keluar masuk karena berobat dan persidangan," katanya.

Simak juga video Usai Diperiksa KPK, Eks Menpora Imam Nahrawi Lantunkan Selawat:

Selanjutnya
Halaman
1 2