Kapolri Bicara soal Pengelolaan SDM Polri Lewat Assessment Center

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 21:10 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis membuka Rakernis Korp Brimob Polri di Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan. Idham disambut simulasi pencegahan dan penanganan Virus Corona.
Foto: Kapolri Jenderal Idham Azis membuka Rakernis Korp Brimob Polri di Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan (Muhajir Arifin/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Idham Azis menuturkan pengelolaan SDM di Korps Bhayangkara kini berbasis kompetensi yang didesain sesuai standar internasional. Hal itu dia sampaikan saat menghadiri peluncuran buku 'Assessment Center Polri Membangun SDM Unggul' yang ditulis Brigjen Dedi Prasetyo.

"Dalam program saya sebagai Kapolri, saya memasukkan pengelolaan SDM yaitu mewujudkan SDM yang unggul. Seperti kita ketahui, SDM merupakan urat nadi organisasi Polri. Pelaksanaan tugas dan kinerja kita tergantung dari SDM yang kita miliki. Apabila SDM kita kurang baik, jangan berharap pekerjaan kita dapat berjalan dengan maksimal," kata Idham dalam Rakernis SSDM Polri di Pusdikmin Gedebage, Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dari keterangan tertulis Biro Binkar SSD Polri, Rabu (11/3/2020).

Idham mengatakan diperlukan alat ukur yang akurat untuk mengelola SDM di Polri. Hal itulah yang kemudian dikaryakan dalam bentuk tulisan oleh Brigjen Dedi yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier (Karo Binkar) SSDM Polri.

"Dalam pengelolaan sumber daya manusia memerlukan alat ukur yang betul-betul akurat terkait dengan kemampuan manajemen serta kompetensi yang personel miliki. Terima kasih saat ini Polri telah memiliki bagian yang bisa melakukan pengukuran kompetensi melalui Assessment Center," ujar Idham.

Melalui Assessment Center, Idham yakin proses mengelola SDM di Polri akan lebih sistematis. Sistem ini baru saja diresmikan saat dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Polri.

"Assessment Center merupakan metode penilaian yang berbasis kompetensi yang didesain dengan mengikuti standar internasional. Mengacu pada definisi konseptual yang diakui secara universal. Maka metode Assessment Center juga diartikan sebagai proses sistematis untuk menilai kemampuan individu yang berupa pengetahuan dan keterampilan yang dianggap kritikal bagi keberhasilan kinerja yang unggul," jelas Idham.

Idham menjelaskan Assessment Center nantinya akan dimanfaatkan oleh dirinya dan jajaran pejabat utama Polri untuk mempertimbangkan keputusan yang berkaitan dengan hal promosi, mutasi jabatan dan rekrutmen.

"Dipergunakan oleh pimpinan Polri sebagai salah satu sarana atau alat pengambilan keputusan, yang berkaitan dengan SDM seperti promosi jabatan, mutasi, rekruitmen, seleksi pendidikan pengembangan dan pembentukan Perwira Polri, serta pengembangan karir bagi pegawai negeri pada Polri," ucap Idham.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2