ADVERTISEMENT

KRL Disebut Riskan Terkontaminasi Virus Corona, Ini Langkah PT KAI

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 21:04 WIB
Tiga rute KRL di Stasiun Manggarai disetop sementara karena adanya switch over (SO) di stasiun tersebut. Berikut foto situasi terkini di Stasiun Manggarai.
Foto ilustrasi KRL. (Pradita Utama/detikcom)

Dia mengimbau penumpang beretika saat berpergian dengan kendaraan umum. Saat sedang sakit, seharusnya penumpang mengupayakan penyakitnya tidak menular kepada orang lain.

"Pada saat pengguna sedang mengalami kondisi kurang sehat, seperti flu, batuk, dan lain-lain, yang berisiko menularkan agar dengan kesadaran secara pribadi menggunakan masker saat menggunakan jasa kereta api, ini juga menjadi bagian-bagian sosialisasi kami," ucap Eva.

Eva menyebut beberapa fasilitas yang disiapkan di stasiun untuk membantu penumpang mencegah Corona. Selain itu, kebersihan stasiun dan kereta diperhatikan.

"Upaya pencegahan juga kami lakukan dari berbagai sisi seperti penyediaan hand sanitizer di stasiun, memastikan fasilitas untuk mencuci tangan di stasiun berfungsi, melakukan pembersihan kereta-kereta secara rutin," kata Eva.



Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan ada rute KRL yang dinilai rawan penyebaran virus Corona (COVID-19). Rute KRL-2 atau Bogor-Depok-Jakarta Kota menjadi jalur paling berisiko terkontaminasi di antara jalur lainnya.

"Begini, kita membahas begitu banyak. Ada lebih dari 20 slide tadi. Intinya adalah kenapa tadi dikumpulkan seluruh jajaran, baik kepala OPD maupun pimpinan BUMD, untuk menyampaikan semua potensi risiko sehingga jajaran bisa mengambil langkah-langkah mitigasi," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Anies menyebut Jakarta memiliki beberapa risiko tinggi. Salah satunya, kata dia, di KRL Bogor-Depok-Jakarta Kota tersebut.

"Jadi yang disampaikan itu bukan bahwa saat ini ada kasus, bukan, tapi bahwa saat ini kita punya potensi risiko-risiko, salah satunya adalah transportasi, tapi juga yang aspek-aspek lain," ucap Anies.


(aik/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT