Ketua MPR Apresiasi Permintaan Maaf Raja Belanda

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 19:47 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander atas berbagai kekerasan yang dilakukan Belanda pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Sejarah mencatat berbagai kekerasan tersebut antara lain agresi militer di Jawa dan Sumatera pada 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947, agresi militer II pada 19 Desember 1948 di Yogyakarta, dan pembunuhan rakyat sipil di Sulawesi Selatan pada Desember 1945 hingga Februari 1947 yang dikenal dengan Pembantaian Westerling.

"Namun sejarah juga mencatat pada 10 Maret 2020, Raja Belanda Willem Alexander telah menyampaikan permohonan maaf. Sikap tersebut sekaligus langkah maju dalam penguatan hubungan Belanda-Indonesia," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

"Setelah pada tahun 2015 Pemerintah Belanda melalui Menteri Luar Negerinya, Bernard Bot, secara politis dan moral mengakui Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, Pemerintah Belanda hanya mengakui kemerdekaan RI pada 27 Desember 1949," jelas Bamsoet.

Ketua DPR RI 2014-2019 ini menilai tidak semua pemimpin negara mau mengakui dan meminta maaf atas berbagai kejadian yang dilakukan oleh negaranya terhadap negara lain. Sebagai kepala negara, Raja Belanda Willem Alexander menunjukan kepada dunia kebesaran hati untuk meminta maaf.

"Rakyat Indonesia akan menyambut baik permintaan maaf tersebut. Apa yang terjadi di masa lampau tak perlu berlarut hingga merusak masa depan. Masa lalu kita jadikan pelajaran, agar ke depannya tidak ada lagi tindakan sewenang-wenang yang menafikan kemerdekaan sebuah bangsa dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengapresiasi langkah Pemerintah Belanda yang mengembalikan berbagai benda budaya Indonesia yang sebelumnya disimpan di berbagai museum Belanda. Setelah pada November 2019 mulai mengembalikan sekitar 1.500 artefak Indonesia, Pemerintah Belanda yang terbaru juga mengembalikan Keris Kiai Naga Siluman yang digunakan Pangeran Diponegoro.

"Ini menunjukan permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander bukan sekadar ucapan lisan saja. Melainkan juga dibuktikan dengan perbuatan. Langkah baik dari Belanda tersebut harus kita sambut dengan tangan terbuka. Ini menjadi modal besar bagi Belanda dan Indonesia untuk semakin meningkatkan hubungan baik di berbagai bidang," ucap Bamsoet.

"Tak hanya sosial, ekonomi, politik, dan budaya, melainkan juga hubungan humanisme dan promosi dunia yang lebih aman dan damai," tandas Bamsoet.

(ega/ega)