Mahfud: WNI Nelayan di Sabah Akan Ditarik untuk Melaut di Indonesia

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 19:43 WIB
Mahfud Md
Menko Polhukam Mahfud Md (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut pemerintah sedang berencana menarik para WNI nelayan di Sabah, Malaysia, untuk melaut di Indonesia. Hal itu menyusul kebijakan pemerintah yang membawa nelayan pantai utara (pantura) Pulau Jawa melaut di Natuna.

"Bahkan kita sedang akan memikirkan penempatan orang-orang Sabah, orang Indonesia, yang kerja di Malaysia menjadi pelaut yang sering menjadi korban penculikan, itu sekarang kita sedang memikirkan ditarik ke kelautan Indonesia saja," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Menurut Mahfud, saat ini yang terpenting adalah mempermudah aturan melaut bagi nelayan Indonesia. Dia menyebut WNI nelayan di Sabah siap pulang dan melaut di Indonesia asalkan aturan tak rumit.

"Yang penting peraturan kita dipermudah, laut Indonesia diisi dengan kapal-kapal itu dan sudah banyak mereka yang pulang dari Sabah, 'Pak kalau kami bisa dapat menjadi pelaut di Indonesia tanpa aturan yang rumit-rumit, kami pulang ngapain ke sana juga kan enak di Indonesia.' Sehingga nanti bukan hanya di Natuna, nanti di daerah-daerah lainnya yang kaya ikan akan begitu," ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud mengatakan pemerintah selanjutnya akan mengevaluasi keberadaan kapal nelayan pantura di Laut Natuna. Evaluasi itu meliputi keamanan, kepentingan pemerintah daerah (pemda) setempat, dan nelayan lokal di Natuna.

"Keamanan yang mengawal bagaimana, pemda bagaimana, bagaimana juga mengakomodasi kepentingan-kepentingan nelayan lokal, itu sudah semua dilakukan dan sekarang sudah memasuki hari ketiga mereka di sana dan kita akan terus evaluasi dan akan terus kembangkan," kata Mahfud di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Selasa (11/3).

Tonton juga Anggaran Pembangunan Daerah Perbatasan Mencapai Rp 24,3 T :

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/dhn)