Cawagub Riza Patria Bicara Cara Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah DKI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 18:28 WIB
Ahmad Riza Patria
Foto: Ahmad Riza Patria (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria punya strategi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) DKI. Riza menyinggung soal pembayaran pajak dengan sistem online agar lebih transparan.

"Apalagi menghadapi Corona, nanti pindahnya ibu kota, kan kita harus punya konsep dan strategi. Dan sejauh yang saya tahu kan Pak Gubernur sudah memperhitungkan itu dan menyiapkan program-program. Pak Gubernur sudah Pergubnya saya dengar, tentang pajak online. Jadi itu salah satu cara meningkatkan PAD melalui pajak," kata Riza di Hotel Diradja, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2020).



Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Resmi menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 98 Tahun 2019 tentang Pelaporan Data Transaksi Usaha Wajib Pajak Secara Elektronik.

Menurut Riza, sistem pajak online akan bisa menghindari permainan para pengemplang pajak. Jika sistem ini berjalan, Riza mengatakan PAD DKI akan bisa meningkat hingga lebih dari 20 persen.



"Kalau pajak sudah online dengan sendirinya tidak ada lagi hengky pengky, ada permainan-permainan, atau ada yang ngemplang pajak. Semuanya transparan, terbuka, terdata, tercatat, terkoreksi, terkonfirmasi itu satu sama lain akan... Saya kira ini salah satu cara," ujar Riza.

"Dan saya punya keyakinan kalau pajak online sudah jalan, peningkatan PAD pasti lebih dari 20 persen, setidaknya itu menurut para ahli yang saya dengar," imbuhnya.

Menurut Riza, peningkatan PAD melalui pajak harus dimulai dari integritas para pejabat dan pengusaha. Dengan sistem pajak online, para pengusaha akan lebih cermat dan teliti serta tidak lagi memanipulasi pajak.



"Satu, kan yang dimulai dari pengambil kebijakan personnya, pejabatnya harus memiliki integritas ya, pengusahanya juga. Kalau pengusahanya ada yang selama ini main pajak, dengan pajak online tidak main, maka dia akan lebih teliti, lebih cermat, lebih kompetitif, berusaha gitu, karena tidak bisa lagi mengandalkan penambahan income melalui ya main-main pajak gitu," tuturnya.

Dengan begitu, Riza berharap ekonomi akan menjadi lebih karena tidak ada pengemplang pajak. Sistem pajak online, menurutnya, meminimalisir hal tersebut.

"Ini kan jadi sehat ekonomi, perdagangan jadi sehat, kalau pengusaha tidak lagi main pajak dengan aparat pajak. Aparat pajak juga begitu, tidak ada lagi kecepatan main pajak, sehingga dengan cara online, online dan realtime dan terkoreksi, terkoneksi," ujar Riza.

(azr/gbr)