Pemanfaatan Mobile JKN di Malang Ditargetkan 70% di Kuartal II 2020

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 18:24 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Faidah Umu Safuroh/detikcom
Malang -

Penerapan sistem antrean berbasis online lewat aplikasi mobile JKN tengah digencarkan. Pemerintah Kota Malang bersama BPJS Kesehatan akan membuat Kota Malang menjadi smart city health care (SCH).

Lewat program ini, Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap masyarakat segera beralih ke digital dalam mengakses fasilitas kesehatan.

"Kami targetkan dalam tiga sampai empat bulan ke depan, kepesertaan bisa mencapai 50-70% sudah harus pakai mobile JKN, karena mereka sudah tahu manfaat dari antrean online," terang Sutiaji, Rabu (11/3/2020).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan program smart city health care ini sangat penting karena teknologi komunikasi informasi dalam konteks tata kelola pelayanan itu akan memberikan kemudahan dalam pelayanan. Jadi tak hanya peserta JKN saja yang dimudahkan, tapi juga fasilitas kesehatan akan semakin mudah mendata para peserta.

"SCH ini memadukan smart health care dan smart city sehingga menjadi satu kesatuan yang kita namakan smart city health care. Jadi masyarakat dengan teknologi lebih mudah menjangkau pelayanan, ada kepastian waktu, kemudian lebih efisien," ujarnya.

Saat ini 72 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau 100% FKTP di Kota Malang sudah menerapkan sistem antrean online dengan infrastruktur yang dimiliki. Hal ini akan diikuti dengan bertambahnya pemanfaatan antrean online melalui mobile JKN. Sehingga harapan ke depannya tidak akan ada lagi penumpukan antrean di faskes.

"Misalnya kita klik lalu dapat antrean nomor 112, sekarang sudah dilayani sampai 108. Kita asumsikan satu pasien dilayani selama 15 menit, artinya masih ada waktu satu jam sampai giliran kita. Jadi nggak perlu terlalu cepat datang ke puskesmas," terangnya.

Dari kemudahan yang akan diperoleh peserta inilah yang menurutnya membuat kolaborasi ini sangat penting. Ia juga berpendapat, peran wali kota juga sangat berpengaruh bagi keberlangsungan program ini.

"Nah di situlah kolaborasi yang sangat penting antara BPJS dengan faskes yang khusus puskesmas di bawah kendali Pak Wali Kota. Nah, kalau ini sudah bagus itu akan naik ke rumah sakit. Karena di aplikasi itu ada juga informasi tentang display kamar tidur, display kamar operasi, kapan harus dilayani, dan layanan lainnya," pungkasnya.

(ega/ega)