Cawagub Riza Harap Anies Kurangi Percantik Trotoar 3 Tahun Terakhir

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 17:57 WIB
Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 'dicurhati' anggota DPRD DKI Jakarta soal anggaran Pemprov DKI yang lebih besar untuk revitalisasi trotoar daripada penanganan banjir. Riza pun berharap ke depan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih fokus mengurus banjir.

'Curhat' soal anggaran itu awalnya disampaikan Wakil Kerja Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta Jamaludin Lamanda dalam acara diskusi publik bertema 'Tantangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta Tahun 2020' di Hotel Diradja, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2020). Jamaluddin curhat soal anggaran untuk trotoar lebih besar daripada untuk penanganan banjir.

"Sampai hari ini kita belum melihat bahwa 2 tahun atau 3 tahun ya masa kepemimpinan gubernur kita Pak Anies ini, belum ada kebijakan atau politik anggaran, yaitu mengarah kepada bagaimana dia menuntaskan persoalan banjir," ujar Jamaluddin.



"Contoh misalnya anggaran yang sudah diketok, penanganan banjir, lebih besar membuat trotoar daripada menangani banjir. Dari 2019 sampai 2020 belum ada pembebasan lahan, Pak, tentang normalisasi," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Riza mengatakan setiap gubernur DKI punya ciri khas, dan ciri khas Anies adalah 'trotoar'. Ia pun berharap dalam sisa masa jabatannya, Anies tidak hanya terus-terusan mengurusi trotoar.

"Bang Yos terkenal dengan busway-nya, Foke terkenal dengan BKT (Banjir Kanal Timur), dan lain-lain. Kalau Pak Gubernur kita, trotoarnya. Kalau ada politik anggaran mengatasi banjir, saya mendengar di 2 tahun ini, mudah-mudahan di 3 tahun terakhir trotoarnya berkurang konsentrasinya, karena sudah banyak menyerap anggaran," ujar Riza.



Politikus Partai Gerindra itu berharap Anies lebih fokus menangani banjir hingga masalah kemacetan di Jakarta. Riza juga meminta masukan dari anggota DPRD DKI terkait penanganan banjir.

"Dan fokus pada banjir, macet, sama soal sampah. Kita benahi, penanganan banjir harus seperti apa, kemudian bagaimana juga menyelesaikan soal naturalisasi dan normalisasi," pungkasnya.

(azr/gbr)