Marwah Daud Pimpin ICMI

Marwah Daud Pimpin ICMI

- detikNews
Rabu, 07 Des 2005 04:35 WIB
Makassar - Melalui pemungutan suara hingga dua tahapan, akhirnya terpilih lima anggota presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk periode tahun 2005-2010. Pengurus Pusat ICMI Marwah Daud Ibrahim mendapatkan suara terbanyak, sehingga dipastikan memimpin ICMI untuk setahun pertama.Tepat pukul 04.30 Wita (7/12/2005), Muktamar ICMI ke IV di Naraja Ballroom Hotel Sahid Jaya, Makassar menghasilkan lima presidium dengan perolehan suara terbanyak Marwah Daud Ibrahim 231 suara, Hatta Radjasa 224 suara, Muslimin Nasution 182 suara, Nanat Fattah 153 suara dan Azyumardi Azra 151 suara.Pada pemungutan suara tahapan pertama, dilakukan penjaringan sepuluh nama bakal calon presidium ICMI. Setiap oganisasi wilayah (Orwil) diharuskan memberikan lima nama. Akhirnya sebanyak 26 Orwil dari seharusnya 38 Orwil memberikan suara yang kemudian didapatkan 10 nama.10 Nama itu adalah Hatta Radjasa mendapat 19 suara, Marwah Daud 17 suara, Muslimin Nasution 14 suara, Azyumardi Azra 9 suara, Nanat Fattah 7 suara, Sugiharto 6 suara, Adi Sasono 5 suara, Jimly Asshiddiqie 5 suara, Mansyur Ramli 5 suara dan Muhammad Nuh 5 suara. Kemudian, presidium sidang meminta persetujuan kesepuluh orang ini untuk menjadi presidium ICMI. Namun dari sepuluh orang ini, hanya enam orang yang menyatakan kesediaannya. Empat orang menyatakan tidak bersedia, yakni Sugiharto, Adi Sasono, Jimly Asshiddiqie dan Mansyur Ramli. Untuk Mansyur, sebenarnya dia menyatakan kesediaannya. Namun karena tidak hadir dalam muktamar tersebut, para peserta sidang menganggap Mansyur tidak memenuhi syarat untuk dicalonkan.Akhirnya calon hanya tinggal 6 orang. Kemudian dilakukan kembali pemungutan suara untuk memilih lima presidium. Dari hasil pemilihan, Muhammad Nuh gugur karena berada di posisi terakhir dengan hanya mendapatkan 143 suara, berada di bawah Azyumardi Azra yang mendapatkan 151 suara.Di dalam pemungutan suara tahap dua itu juga, pemilih diwajibkan memilih satu orang formatur. Dari pilihan formatur itu, diambil enam orang terbesar suaranya. Enam orang itu adalah Jimly Asshiddiqie mendapat 85 suara, Natsir Nessa 32 suara, Priobudi Santoso 15 suara, Mahmud Hamundu 14 suara, Adi Sasono 13 suara dan Said Didu 13 suara. Tim formatur ini bertugas membantu presidium menyusun kabinet.Di arena pemilihan itu, yang dimulai dari hiruk pikuk hingga kursi banyak melompong, peserta hanya bertahan seratus orang di detik-detik terakhir pemilihan. Kebanyakan yang hadir pun lebih memilih melonjorkan kaki dan ada juga sebagian yang tidur. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads