BPJS Kesehatan Apresiasi Malang Sediakan Antrean Online Faskes 100%

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 12:35 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Faidah Umu Sofuroh
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengapresiasi Pemerintah Kota Malang menyediakan layanan kesehatan berbasis digital. Saat ini seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Malang sudah menerapkan sistem antrean pelayanan berbasis online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN, aplikasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan.

"Kami salut dengan komitmen Bapak Walikota dalam mewujudkan kemudahan layanan kesehatan bagi warganya. Kami sangat surprise bahwa saat ini FKTP di Kota Malang sudah 100% menerapkan sistem antrean online yang telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Tanpa adanya komando langsung dari beliau tentu hal ini tidak akan terwujud," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat menengok penerapan sistem antrean online se-Kota Malang, di Puskesmas Kedung Kandang, Rabu (11/3/2020) dan

Didampingi oleh Walikota Malang Sutiaji serta Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih, Fachmi mengungkapkan, Pemerintah daerah saat ini memiliki andil besar dalam keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bukan hanya dari sisi kebijakan namun mengupayakan keterbukaan informasi serta kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

"Pak wali kota ini berpikir lebih maju bahwa selain smart city, bagaimana mengembangkan smart health care. Jadi pelayanan publik itu memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memudahkan," lanjutnya.

Ia yang hadir juga dalam kunjungan ke beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Malang menyebutkan infrastruktur yang ada di faskes pertama sudah baik. Menurutnya, infrastruktur ini penting untuk mendukung digitalisasi layanan kesehatan.

"Klinik ini harus punya infrastruktur. Di sini baik sekali, atas instruksi pak wali kota disiapkan, ada layarnya, paling tidak ada LED-nya, kemudian komputerisasinya, sehingga peserta terdaftar semakin jelas. Itu dasarnya," ucap Fachmi.

Ia berharap dengan infrastruktur yang memadai, masyarakat juga semakin banyak yang memanfaatkan mobile JKN baik untuk antrean online maupun untuk pelayanan kesehatan lainnya.

"Sebagus-bagusnya sistem kita kalau masyarakat nggak men-download tidak menggunakan Tak ada gunanya. Nah, pak wali kota komitmennya tinggi agar masyarakat menggunakan ini," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyebutkan 100% fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kota Malang sudah menerapkan sistem antrean online dalam aplikasi mobile JKN.

"Kita sudah 100% (pakai sistem antrean online). Kurang lebih itu ada 72 FKTP di Kota Malang yang sudah. Dan ini akan terus kita kembangkan, dan tidak menutup kemungkinan ada keharusan bagi rumah sakit-rumah sakit untuk menggunakannya juga," kata Sutiaji.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Malang terus mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan di Kota Malang melalui edukasi dan sosialisasi. Ia sangat mengapresiasi masyarakat yang mau turut serta mensosialisasikan manfaat dari antrean online mobile JKN ini.

"Kita sangat mengapresiasi ya ke Klinik Bunga Melati ada duta mobile JKN. Mereka mau mensosialisasikan manfaat dari mobile JKN ini. Saya kira itu yang akan kita lakukan terus menerus melalui posyandu, PKK. Kalau orang sudah mengerti manfaatnya dengan sendirinya akan tersosialisasi dengan bagus," ucapnya.

(mul/mpr)