Cuti Bersama 2020 dan Jadwal Libur Nambah, Ini Peraturan Hak Karyawan dan PNS

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 18:37 WIB
Cuti Bersama
Foto: Fuad Hasim/Cuti Bersama 2020 dan Jadwal Libur Nambah, Ini Peraturan Hak Karyawan dan PNS
Jakarta -

Pemerintah telah merevisi jadwal libur dan cuti bersama 2020 menjadi 24 hari. Jumlah ini bertambah empat hari dari sebelumnya sebanyak 20 hari.

"Rapat telah merumuskan menambah 4 hari libur tahun 2020 yang semula telah ditetapkan 20 hari menjadi 24 hari, yang akan segera ditetapkan dengan surat keputusan bersama. Tadi sudah ditetapkan, sudah ditandatangani bersama oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan MenPAN-RB," ujar Menko PMK Muhadjir.

Dengan revisi tersebut maka total libur nasional menjadi 16 hari dan cuti bersama 2020 sebanyak delapan hari. Peraturan jadwal libur dan cuti bersama 2020 juga menghasilkan long weekend, dengan paling banyak selama 12 hari pada 21 Mei-1 Juni 2020.

Dengan jadwal libur dan cuti bersama 2020, bagaimana cuti karyawan dan PNS? Berikut penjelasannya,

1. Peraturan cuti untuk karyawan

a. Cuti tahunan

Hak cuti tahunan diberikan selama 12 hari kepada pada karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan atau satu tahun secara berturut-turut. Namun tiap perusahaan biasanya punya aturan sendiri terkait cuti tahunan, misal menambah jumlah hari sesuai posisi di kantor. Selama mengambil cuti tahunan, perusahaan tetap memberikan upah harian pada karyawan.

b. Cuti bersama

Nah, ini yang menimbulkan rasa penasaran sejak jadwal libur dan cuti bersama 2020 ditetapkan pemerintah. Cuti bersama biasanya diberikan pada karyawan jika ada perayaan hari besar keagamaan. Bagi perusahaan swasta, cuti bersama berlaku dengan memotong jatah cuti tahunan karyawan. Jika total cuti bersama 2020 adalah delapan hari, apakah cuti tahunan hanya tersisa empat hari? Dengan asumsi total cuti tahunan 12 hari. Bagi yang sudah memiliki agenda tertentu, tentu harus mempertimbangkan rencana tersebut beberapa hari sebelumnya.

c. Cuti besar

Izin cuti besar diberikan pada karyawan yang telah bekerja dalam jangka waktu minimal enam tahun. Durasi cuti besar biasanya selama dua bulan yang berlaku kembali di tahun ke-12 masa bekerja. Karyawan yang telah mendapat cuti besar tidak lagi mendapat cuti tahunan. Masa cuti adalah 30 hari kerja selama satu tahun dan jumlah yang sama pada tahun berikutnya.

d. Cuti penting

Hak cuti penting diperoleh karyawan yang tidak bisa hadir di kantor karena berbagai alasan misal menikah, ada yang meninggal, atai keperluan mendesak lainnya. Cuti karena karyawan menikah maksimal tiga hari, untuk menikahkan anak, membaptis, atau mengkhitan anak maksimal dua hari, jika ada anggota keluarga yang meninggal maksimal satu hari, anggota keluarga inti meninggal maksimal dua hari, dan istri keguguran atau melahirkan maksimal dua hari.

e. Cuti sakit

Cuti sakit diperuntukkan bagi karyawan yang tidak bisa bekerja dengan alasan kesehatan. Aturan cuti berbeda di setiap perusahaan, misal ada yang maksimal tiga hari dengan surat dokter. Ada juga yang wajib memberikan surat keterangan dokter sejak sakit di hari pertama.

f. Cuti menstruasi

Izin cuti haid khusus bagi wanita dan biasanya digabung dengan cuti sakit. Cuti menstruasi bisa diambil pada hari pertama dan kedua pada masa datang bulan.

g. Cuti hamil dan melahirkan

Karyawan wanita yang sedang hamil berhak untuk mendapat cuti selama 1,5 bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Namun karyawan wanita biasanya boleh mengajukan usul pengambilan cuti, asal tidak lebih dari yang ditetapkan perusahaan.

2. Peraturan cuti untuk PNS

a. Cuti tahunan

PNS atau Pegawai Negeri Sipil yang sudah bekerja minimal satu tahun berhak menerima cuti tahunan selama 12 hari. Namun tiap kali mengambil jatah cuti tahunan tidak boleh kurang dari tiga hari kerja. Bagi PNS dengan akses transportasi minim bisa mengambil cuti tahunan selama 14 hari. Cuti tahunan yang tidak diambil bisa digunakan di periode berikutnya dengan jangka waktu tertentu

b. Cuti bersama

Bagi PNS, cuti bersama 2020 berlaku sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Untuk tahun ini, total libur nasional menjadi 16 hari dan cuti bersama 2020 sebanyak delapan hari.

c. Cuti besar

Cuti besar diterima PNS yang telah bekerja selama enam tahun berturut-turun selama tiga bulan. Selama cuti besar, PNS tetap menerima penghasilan penuh. PNS yang mengambil cuti besar tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan.

d. Cuti sakit

PNS yang sakit satu atau dua hari wajib memberitahukan atasannya. Jika sakit selama lebih dari dua hingga 14 hari, PNS wajib mengajukan permintaan tertulis dan surat keterangan dokter. PNS wanita yang mengalami keguguran berhak atas cuti sakit paling lama satu setengah bulan.

e. Cuti Melahirkan

Hak cuti melahirkan diberikan anak pertama, kedua, dan ketiga bagi PNS wanita. Untuk anak keempat atau lebih, PNS wanita bisa mengajukan cuti di luar tanggungan negara. Cuti melahirkan diberikan satu bulan sebelum dan dua bulan setelah melahirkan.

f. Cuti penting

Cuti penting bisa diambil jika

1. Ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik, kakak, mertua atau menantu yang sakit keras atau meninggal dunia

2. Salah seorang anggota keluarga yang disebut di meninggal dunia dan menurut ketentuan hukum yang berlaku, PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia

3. Perkawinan yang pertama.

Lamanya cuti ditentukan pejabat berwenang dengan waktu paling lama dua bulan.

g. Cuti di luar tanggungan negara

Bagi PNS, permintaan cuti di luar tanggungan negara bisa dikabulkan atau ditolak pejabat yang berwenang dengan alasan pekerjaan. Cuti di luar tanggungan Negara dapat diberikan paling lama 3 (tiga) tahun. Permintaan bisa diajukan PNS yang bekerja selama lima tahun dengan alasan pribadi. Selama berstatus cuti di luar tanggungan negara, maka PNS tidak menerima penghasilan dari negara.

Tonton juga Menaker Harap Penambahan Cuti Bersama 2020 Tingkatkan Produktivitas :

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)