Diperiksa KPK, Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko Irit Bicara

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 16:55 WIB
Diperiksa KPK, Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko Irit Bicara
Foto: Ibnu Haryanto/detikcom
Jakarta -

Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap pemberian fasilitas dan izin keluar di Lapas Sukamiskin. Deddy tak banyak bicara mengenai pemeriksaannya itu.

Pantauan detikcom, Deddy keluar dari KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Deddy yang memakai pakaian warna merah marun itu keluar gedung KPK dengan menenteng map.

Deddy sebenarnya sudah berstatus tersangka dalam kasus ini, namun hari ini dimintai keterangan sebagai saksi. Saat disinggung soal status tersangkanya, Deddy meminta hal itu ditanyakan ke KPK.

"Udah ya oke ya, nggak ada ya, oke. Tanya penyidik aja ya, tanya penyidik aja," kata Deddy setelah diperiksa KPK.

Deddy hari ini diperiksa sebagai saksi untuk Tubagus Chaeri Wardana (TCW). Dia dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM Kepulauan Riau.

Dalam kasus ini, ada lima tersangka baru yang dijerat KPK termasuk Deddy Handoko. Penetapan para tersangka itu dilakukan dari hasil pengembangan OTT terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018 lalu.

Kelima tersangka ini, yaitu mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA) sebagai penerima; sedangkan napi kasus korupsi, yaitu Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW); mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan); serta Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ), ditetapkan sebagai pemberi.

Rahadian Azhar, yang merupakan Dirut PT Glori Karsa Abadi, diduga memberi suap ke Wahid. Dugaan suap ini berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian, yang merupakan pengusaha mitra Lapas Sukamiskin, untuk mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil miliknya senilai Rp 200 juta.

"Atas permintaan tersebut, RAZ menyanggupi untuk membeli mobil Mitsubishi Pajero Sport Hitam senilai sekitar Rp 500 juta untuk WH. Ia juga menyanggupi membeli Toyota Innova milik WH," ujar Basaria Pandjaitan saat masih menjabat Wakil Ketua KPK dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Rahadian kemudian disebut menyampaikan agar Wahid membayar cicilan mobil Pajero Sport itu senilai Rp 14 juta per bulan. Namun Wahid keberatan sehingga Rahadian menyanggupi untuk membayar cicilan. Rahadian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Wawan diduga memberi suap dalam bentuk uang. Suap diduga berjumlah Rp 75 juta.

Tonton juga Tok! Penyuap Dirut Perum Perindo Divonis 1,5 Tahun Penjara :

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/yld)