Raja Willem Minta Maaf atas Kekerasan Belanda di Masa Lalu, Ini Kata Menlu

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 15:12 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu Retno Marsudi (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Raja Belanda, Willem Alexander, meminta maaf atas kekerasan yang dilakukan negaranya kepada Indonesia di zaman dulu. Pihak pemerintah Indonesia angkat bicara.

"Tadi di statement Presiden sudah jelas, 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Tahun 2005 Menlu Belanda, Bernard Bot, menyampaikan mengenai political and moral acceptance," kata Retno di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

"Hari ini Raja menyampaikan i secara politik dan moral dan ada satu elemen yang baru yaitu beliau menyampaikan regret dan maaf atas kekerasan yang terjadi dari pihak Belanda," ujar Retno.

Retno menyebut pernyataan yang disampaikan Raja Willem sudah cukup jelas. "Saya kira itu cukup jelas tidak perlu dijelaskan lebih lanjut," katanya.

Seperti diketahui, Belanda sempat menjajah Indonesia selama lebih dari 3,5 abad. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, masih terjadi peperangan dengan pihak Belanda dalam momen yang umum disebut sebagai Agresi Militer I dan II.

"Di tahun-tahun setelah diumumkannya proklamasi, terjadi sebuah perpisahan yang menyakitkan dan mengakibatkan banyak korban jiwa. Selaras dengan pernyataan pemerintahan saya sebelumnya, saya ingin menyampaikan penyesalan saya dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda di tahun-tahun tersebut," ujar Raja Willem di Istana Kepresidenan Bogor.

Sedangkan Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Indonesia kini menatap 75 tahun peringatan kemerdekaan.

"Tahun ini Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yg kita proklamasikan 17 Agustus 1945. 75 tahun usianya, Indonesia terus menjadi bagian penyelesaian masalah dunia, berusaha terus berkontribusi dalam upaya perdamaian dan kesejahteraan dunia," kata Jokowi kepada Raja Willem dan Ratu Máxima.

(dkp/zap)