Kasus Siswi SMK di Sulut Digerayangi, KPAI Minta Pelaku Diberi Efek Jera

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 15:07 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (Isal Mawardi/detikcom)
Foto: Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pihak sekolah menindaklanjuti kasus Siswi SMK yang digerayangi ramai-ramai. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti berharap para pelaku mendapatkan efek jera atas perbuatannya.

"KPAI mendorong sekolah memproses kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah agar para pelaku memiliki efek jera dan menyadari kesalahannya," kata Retno dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (10/3/2020).

Retno juga mengimbau agar korban kasus tersebut direhabilitasi. Tidak hanya itu, Retno menyarankan agar para pelaku juga diperiksa kesehatan psikologisnya.

"KPAI mendorong anak korban diasesmen dan anak pelaku juga di psikososial agar dapat dipastikan rehabilitasi psikologis jika diperlukan terapi tindak lanjut," ujar Retno.

Retno mengatakan KPAI sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Sulut untuk melakukan penanganan psikologis terhadap korban dan pelaku.

Selain itu, KPAI juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat agar melakukan penegakkan hukum sesuai aturan yang ada terhadap sekolah dan para pelaku.

"KPAI juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut untuk penegakan aturan terhadap sekolah dan memastikan sekolah juga melakukan penegakan aturan terhadap para siswa yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual ini," kata Retno.

Sebelumnya diberitakan, video yang viral itu berdurasi 26 detik. Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.

Polisi telah mengamankan enam pelajar yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual, termasuk korbannya, di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Kepada polisi, kelima pelajar mengaku hanya iseng ramai-ramai menggerayangi temannya itu.

"Sedang diperiksa dugaan perlakuan bully kepada salah seorang temannya. Dari hasil pemeriksaan awal yang kami lakukan, kejadian di video tersebut dibuat sebagai bahan candaan atau iseng, tanpa maksud apa pun sambil menunggu guru di kelas," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abaraham Abast kepada detikcom, Selasa (10/3).

Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai:

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)