Pria di Siak Riau Jadi Tersangka Akibat Karhutla Seluas 2 Hektare

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 11:37 WIB
Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Inhu Riau
Ilustrasi. Tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Riau (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Siak -

Polres Siak di Riau menangkap satu orang pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berinisial TAC (53). Warga ini sengaja membuka lahan untuk kebun nanas dengan cara membakar.

"Pelaku sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut. Pasal yang kita kenakan UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan atau UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. Dan KUHP Pasal 187 ayat (1) ancaman hukuman paling singkat 3 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara," kata Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya dalam gelar jumpa pers, Selasa (10/3/2020).

Doddy menjelaskan, kasus karhutla ini berawal sepekan yang lalu tersangka berada di lahan kebun nanasnya di Kampung Tanjung Kuras Kecamatan Sungai Apit. Dia meminjam lahan milik warga lainnya untuk dijadikan kebun nanas.

"Pelaku saat itu membersihkan lahan dengan cara menebas atau membersihkan sisa tanaman nanas yang telah kering. Selanjutnya dia membakar lokasi itu hanya seluas 1x1 meter," kata Doddy.

Pria di Siak Riau Jadi Tersangka Akibat Karhutla Seluas 2 HektareFoto: Polres Siak tangkap seorang pria yang menyebabkan terjadi karhutla seluas 2 hektare (Chaidir Tanjung/detikcom)

Tumpukan yang telah dibakar, kata Doddy, lantas dipadamkan dengan cara menyiram dengan air. Setelah pelaku pulang, ternyata malam harinya lokasi tadi kembali terbakar.

"Warga yang pemilik lahan mendatangi ke rumah pelaku mempertanyakan apakah tadinya membuka lahan dengan cara dibakar. Pelaku mengakui hal itu," kata Doddy.

Akibat kelalaian ini, sambungnya, mengakibatkan terjadi kebakaran lahan. Luasan yang terbakar mencapai 2 hektare. Dari peristiwa ini akhirnya pihak kepolisian mengamankan tersangka TAC.

"Kita harapkan masyarakat dalam membuka lahan tidak dengan cara membakar. Mari sama-sama menjaga lahan dan hutan kita agar tidak dibakar," tutup Doddy.

(cha/jbr)