Siswi SMK di Sulut Digerayangi di Kelas, Komnas Perempuan Ingatkan Nadiem

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 11:07 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Video siswi SMK (sebelumnya ditulis SMA) di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), digerayangi ramai-ramai oleh pria dan wanita viral di media sosial (medsos). Komnas Perempuan menyoroti peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menuntaskan kekerasan yang masih terjadi di lingkungan sekolah.

"Jadi kata Pak Menteri (Nadiem Makarim) ada 3 isu dalam penddikan, (yaitu) bullying, kekerasan seksual, dan radikalisme. (Kasus) Ini kan membenarkan bahwa bullying dalam bentuk kekerasan seksual terjadi di sekolah. Ini jadi PR kemendikbud untuk memastikan pencegahan, pelindungan, segala kekerasan seksual," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Dia mengatakan sudah seharusnya tiap sekolah memiliki regulasi untuk mencegah terjadinya tiga isu tersebut. Aminah melihat, sekolah-sekolah masih tidak punya mekanisme untuk mencegah terjadinya kekerasan.

"Segala kekerasan seksual, ini juga semestinya kepala sekolah mengadopsi pencegahan itu. Misal, ada guru yang keliling kelas karena banyak kekerasan terjadi di kelas. Tapi ternyata masih terjadi. Berarti belum ada mekanisme mencegah. Mereka belum bisa seperti itu karena belum ada pencegahan," ujar Aminah.

Menurutnya sekolah harus bersih dari kekerasan baik yang dilakukan guru maupun murid. Dia mengatakan bullying, kekerasan seksual, maupun radikalisme harus dijauhkan dari lingkungan sekolah. Aminah pun tidak sepakat bila pelecehan seksual terhadap siswi SMK tersebut disebut hanya sebagai bercanda.

Selanjutnya
Halaman
1 2