Andre Gerindra Pantau Tol Padang-Sicincin yang Sempat Mangkrak, Ini Hasilnya

Sulthan Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 10:00 WIB
Sempat mangkrak, pembangunan Tol Padang-Sicincin yang merupakan bagian pertama dari pekerjaan Tol Trans Sumatera Padang-Pekanbaru sudah dimulai lagi.
Anggota DPR Andre meninjau pembangunan Tol Padang-Sicincin. Foto: Jeka Kampai/detikcom
Padang -

Sempat mangkrak, pembangunan Tol Padang-Sicincin yang merupakan bagian pertama dari pekerjaan Tol Trans Sumatera Padang-Pekanbaru sudah dimulai lagi. Anggota Komisi VI DPR-RI yang membidangi Industri, Investasi, dan Persaingan Usaha, Andre sempat meninjau proses pekerjaan jalan tol di kawasan By Pass Padang Pariaman.

"Alhamdulillah, proses pembangunan tol ini sekarang sudah mulai beraktivitas kembali. Kita harapkan ini tetap on the track," kata Andre kepada wartawan, Selasa (10/3/2020). Politikus Gerindra ini meninjau pembangunan tol itu Senin (9/3) kemarin.

Andre sempat mempertemukan Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo dengan Kapolda Sumbar Irjen Toni Hermanto pertengahan Januari lalu, setelah mendapat laporan dalam Rapat Komisi VI tentang mangkraknya pembangunan tol.

"Sebagai anggota Komisi VI, di mana Hutama Karya merupakan salah satu mitra kerja kami, dan sebagai yang mewakili Dapil Sumatera Barat, perlu kiranya terus mengawal proses jalan tol yang sempat mangkrak ini," kata Andre.

"Ground Breaking tol ini bersamaan dengan tol Pekanbaru-Dumai. Jalan Tol Pekanbaru-Dumai panjangnya lebih 130 kilometer dan sudah mau diresmikan Maret ini. Sementara tol Padang-Sicincin, panjangnya cuma 36 kilometer, namun baru berjalan 4,2 kilometer," tambah dia.

Proyek jalan tol itu, menurut Andre adalah proyek strategis nasional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan seharusnya berjalan lancar. Politisi Partai Gerindra itu sempat mempertanyakan berbagai hal, terutama berkaitan dengan pembebasan lahan dan penggunaan material, yang dilaporkan menggunakan material tidak resmi atau tidak berizin.

"Saya datang untuk mencari tahu akar permasalahannya, dan mencarikan solusi bersama-sama, agar terjadi percepatan pembangunan. Hutama Karya bisa melakukan pembangunan, masyarakat yang dilewati tidak terzalimi dan malah terbantu mendapatkan ganti untung yang sangat layak. Harapan kita, tol selesai, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat bisa mencapai 7 persen," kata dia.

Pihak Hutama Karya menyatakan semua material sesuai prosedur dan membantah menggunakan material yang tidak berizin. "Tentu saja, semuanya harus punya izin dan sesuai prosedur," kata Marthen R Singai, Project Director Pembangunan Tol Padang-Sicincin kepada Andre.

"Yang kita kelola sekarang 4,2 kilometer. Yang tahap dua dari 4,2 sampai 36 Kiloemter sedang proses dan mudah-mudahan bisa (segera) selesai," kata Marthen.

(tor/tor)