Round-Up

Belasan Triliun Rugi Negara di Skandal Jiwasraya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 09:07 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Kantor pusat Jiwasraya (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merilis hasil perhitungan tetap kerugian negara akibat dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Jumlah kerugiannya pun mencengangkan, yakni sebesar Rp 16,81 triliun.

BPK menyebut kerugian negara akibat skandal keuangan Jiwasraya terdiri atas kerugian negara investasi saham. Selain itu, kerugian negara yang timbul juga akibat investasi reksa dana.

"Kerugian negaranya sebesar Rp 16,81 triliun, terdiri dari kerugian negara investasi saham Rp 4,65 triliun dan akibat investasi reksa dana Rp 12,16 triliun," kata Ketua BPK Agung Firman saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Konferensi pers Kejagung bersama BPK soal kerugian negara Skandal JiwasrayaKonferensi pers Kejagung bersama BPK soal kerugian negara Skandal Jiwasraya. (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Agung memastikan perhitungan kerugian negara sudah sesuai dengan prosedur dari investasi saham dan reksa dana. Dia menyebut kerugian yang dialami total loss.

"Seperti yang sudah disampaikan penetapan total loss dilakukan dengan total loss dari investasi saham dan reksa dana. Keseluruhannya terkait dengan dana yang dikeluarkan untuk reksa dana dengan underline efek-efek yang dikendalikan oleh pihak terafiliasi dikurangi dana yang berasal dari penyertaan reksa dana," papar Agung.

Kuasa Hukum Benny Tjokro Laporkan Dirut Jiwasraya ke Polda Metro:

Selanjutnya
Halaman
1 2