Round-Up

Ortu Korban Pembunuhan ABG 'Slenderman' Tanya Perkembangan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 08:15 WIB
Polisi rilis pembunuhan bocah A di Sawah Besar, Jakpus
Foto: Polisi rilis pembunuhan bocah A di Sawah Besar, Jakpus (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pengungkapan kasus pembunuhan bocah A (5) oleh ABG perempuan berinisial N (15) menyisakan sejumlah pertanyaan bagi orang tua korban. Orang tua korban mempertanyakan hasil visum korban hingga status N.

"Pertanyaannya apakah pelaku usia segitu bisa ditahan? Bisa. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak pasal 32 coba baca, (usia) 14 tahun ke atas pelakunya diadili ancaman pidananya di atas 7 tahun. Kalau ini berdasarkan Pasal 80 (Undang-Undang Perlindungan Anak) ancaman pidananya bisa 10 tahun, bisa ditahan," jelas pengacara korban, Azam Khan kepada wartawan di Polres Jakarta Pusat, Jl Garuda, Kemayoran, Jakpus, Senin (9/3/2020).

Azam mengatakan, tetangga di lingkungan korban dan pelaku merasa terbebani secara psikologis. Tetangga khawatir apabila N dibiarkan bebas dan kembali ke lingkungan keluarganya.

Orang tua A (5), bocah korban pembunuhan N (15), mendatangi Polres Jakarta Pusat. Mereka ingin menanyakan perkembangan penyidikan kasus pembunuhan kepada penyidik.

"Pertama, keempat hari meninggalnya anak dia (orang tua) menanyakan perihal perkembangan, karena apa? Pertama, beliau belum pernah mendapat SP2HP perkembangan penyidikan bagaimana yang ada kan di TV," kata Azam Khan selaku pengacara orang tua korban di Polres Jakarta Pusat, Jl Garuda, Kemayoran, Jakpus, Senin (9/3/2020). Azam datang bersama K (40), ayahanda korban.

Azam melanjutkan, selama ini orang tua korban hanya mengetahui perkembangan kasus dari tayangan televisi. Menurutnya, polisi juga tidak memberitahukan kepada pihak keluarga korban bahwa N (15) telah ditetapkan sebagai tersangka. Di sisi lain, keluarga juga menanyakan hasil visum korban.

Ahli Jelaskan Ciri-ciri Kecenderungan Sifat Psikopat Pada Anak:

Selanjutnya
Halaman
1 2