Round-Up

Jeritan Hati Pasien Positif Corona di RSPI Sulianti Saroso

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 05:07 WIB
ilustrasi corona
Foto: ilustrasi corona
Jakarta -

Terungkapnya identitas membuat pasien Kasus 1 dan Kasus 2 yang dinyatakan terjangkit virus Corona stres. Kejadian ini diharap menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi.

Berkaca dari kasus tersebut, ada pesan yang disampaikan oleh pasien Kasus 3 dan pasien Kasus 4 yang juga dinyatakan positif Corona. Mereka meminta kepada pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang.

Permintaan kedua pasien itu disampaikan oleh Jubir pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

"Pasien 3 dan 4 sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya, tapi ada keluhan dan permintaan kepada kita yang harus berkali-kali nyatakan kami memberikan garansi tidak akan mengumumkan namanya, karena mereka takut seperti yang terjadi di 1 dan 2," kata Yurianto.

Yuri mengungkapkan pasien Kasus 1 hingga Kasus 5 berasal dari cluster 'kelompok dansa' di Jakarta. Yuri mengatakan ada komunikasi di antara mereka di masa isolasi. Komunikasi dilakukan lewat ponsel.

"Seperti kita pahami bersama, pasien 1, 2, 3, 4, 5 itu adalah cluster yang sama. Oleh karena itu, di antara mereka ada komunikasi karena tidak kami larang mereka untuk menggunakan smartphone-nya," ujar Yuri.

Dalam kesempatan itu, Yuri sebelumnya mengungkapkan kondisi 2 pasien pertama yang positif virus Corona masih belum sembuh karena faktor psikologi. Mereka disebut depresi karena identitas terungkap.

"Ya salah satu yang tadi saya ceritakan, mereka sekarang agak depresi akibat pernah mengalami hukuman sosial yang besar akibat identitasnya terungkap," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Dari 13 Kasus Baru Corona di Indonesia, Imported Case Dominan:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2