Boediono Ogah Janji Muluk-muluk
Selasa, 06 Des 2005 15:16 WIB
Jakarta - Meski track record-nya sudah tidak diragukan lagi, Boediono ogah memberikan janji yang muluk-muluk dalam menjalankan roda kepemimpinannya di tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu."Saya kira ini tugas. Jadi tentunya saya akan curahkan apa yang bisa saya curahkan, dan tidak ada hal yang terlalu muluk yang bisa saya sampaikan," kata Boediono.Ditemui di rumahnya yang berada di Jalan Mampang Prapatan XX Nomor 26, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2005), Boediono yang selalu tersenyum belum berubah, masih terkesan low profile.Ia mengaku tidak bisa menjanjikan yang indah-indah karena sebagai manusia ia memiliki keterbatasan. "Satu orang seperti saya tidak mungkin bisa menangani semuanya. Jelas sangat terbatas. Jadi nanti merupakan kerja dari tim," katanya.Dia berharap masyarakat memberikan dukungan penuh kepada tim ekonomi dalam kebijakan-kebijakan yang nanti dikeluarkan. "Karena tim akan bekerja baik kalau masyarakat memberikan dukungan," tandasnya. Karena itu, ia mengaku tidak mempermasalahkan orang yang masih ragu dengan kepemimpinannya nanti. "Itu bagus daripada memberikan ekspektasi yang terlalu tinggi bagi saya. Itu beban," ujarnya.Yang pasti, imbuh ekonom UGM ini, dalam memimpin tim ekonomi ia akan berkonsultasi dengan rekan menteri yang lain karena bidangnya bermacam-macam. Dalam konsultasi itu tema yang diusungnya adalah bagaimana memantapkan stabilitas ekonomi, termasuk inflasi, kurs dan sebagainya bersamaan dengan upaya untuk menggerakkan ekonomi."Jadi dua hal ini nantinya menjadi tema besar yang akan dituangkan dalam langkah-langkah selanjutnya. Jadi menggerakkan ekonomi sambil menjaga stabilitas. Stabilitas berarti keseimbangan," kata kelahiran Blitar ini.Bersamaan dengan itu, pemerintah akan berupaya menjabarkan kebijakannya ke dalam sejumlah langkah-langkah, termasuk fiskal, keuangan, dan sektor-sektor riil serta investasi. "Semuanya akan dijabarkan dan itu masih menunggu nanti," katanya.Sebagai upaya menjaga inflasi, lanjut Boediono, pemerintah akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas moneter, karena otoritas moneter mempunyai kewenangan di luar pemerintah yang sebenarnya penting dalam menjaga stabilitas inflasi.
(umi/)











































