Bandara Ngurah Rai Berlakukan Jalur Khusus Penumpang dari Korsel Imbas Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 02:24 WIB
Awak kabin berjalan di dekat alat penyemprot cairan disinfektan otomatis yang dipasang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar di kawasan Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (3/3/2020). Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di area terminal domestik dan internasional bandara tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Ilustrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai saat disemprot cairan disinfektan. (Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf)
Denpasar -

Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai menerapkan kebijakan penanganan khusus dengan memberlakukan jalur khusus terhadap penumpang yang berasal dari negara-negara terdampak virus Corona. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19.

"Mulai hari ini, penumpang penerbangan rute internasional yang berasal dari Korea Selatan yang memasuki Terminal Kedatangan Internasional diharuskan melalui jalur pemeriksaan khusus," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado, seperti dilansir Antara, Senin (9/3/2020).

Pada jalur pemeriksaan tersebut, personel dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar akan melakukan pemeriksaan kondisi fisik dari para penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan. Personel KKP akan melakukan pemeriksaan dengan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) kepada seluruh penumpang yang baru turun dari penerbangan yang berasal dari Korea Selatan.

Penumpang juga diwajibkan untuk mengumpulkan Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Herry menyebut pihaknya juga telah menyiapkan area parkir khusus untuk pesawat asal Korea Selatan, jalur pelayanan keimigrasian khusus, conveyor belt khusus, serta jalur kepabeanan khusus untuk penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan.

"Langkah ini kami ambil setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi dalam upaya untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus Corona melalui penumpang yang berasal dari Korea Selatan. Semua dapat terlaksana berkat koordinasi lintas instansi komunitas bandara," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah mengeluarkan kebijakan terkait perkembangan penyebaran COVID-19 di dunia, di mana terdapat tiga negara yang mengalami lonjakan drastis kasus virus COVID-19, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan. Saat ini, rute penerbangan langsung dari tiga negara tersebut yang dilayani di Bandara Ngurah Rai adalah yang berasal dari Korea Selatan.

Setiap hari, Bandara Ngurah Rai Bali melayani enam penerbangan untuk rute penerbangan langsung dari dan ke Bandara Incheon di Seoul, yaitu dua dari maskapai Garuda Indonesia dan empat penerbangan dari maskapai penerbangan Korean Air.

Ia menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri itu juga berlaku bagi kru kabin tiap-tiap maskapai. Apabila ditemukan penumpang suspect virus tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan ruang pemeriksaan lanjutan, dan apabila diperlukan penumpang yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

"Kami telah siapkan mobil ambulans dan juga dibantu ambulans dari TNI AU dan KKP. Kemudian untuk jalur yang dilewati oleh penumpang yang masuk dalam kategori tersebut, kami juga langsung melakukan proses desinfeksi sebagai wujud eskalasi langkah pencegahan," ujar Herry.

Tonton video Menkominfo Minta Oknum Stop Sebar Hoax Virus Corona!:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/azr)