RI-Belanda Teken Kerja Sama Bidang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan

Rahel Narda Chaterina - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 22:54 WIB
Kerja sama RI-Belanda
Foto: Kerja sama RI-Belanda/Rahel Narda Chaterina-detikcom
Jakarta -
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Menlu Belanda Stef Blok. Salah satu kerja sama tersebut membahas tentang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan.
"Nah yang satu lagi adalah mengenai women, peace, and security," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, di Plataran Hutan Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).
Retno mengatakan isu terkait perempuan, perdamaian, dan keamanan merupakan salah satu isu prioritas bagi politik luar negeri Indonesia. Dia mencontohkan signifikansi isu ini saat melakukan kunjungan ke Afganistan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan (women empowerment).
"Nah teman-teman tahu bahwa isu ini menjadi salah satu isu prioritas dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia maka pada saat misalnya saya ke Afganistan untuk women empowerment issue itu tetap dalam konteks women peace and security," ujar Retno.
Retno mengatakan pemerintah Indonesia saat ini sedang mempersiapkan para diplomat perempuan untuk melalukan negosiasi dalam bidang perdamaian.
"Nah kita kan sedang mempersiapkan para diplomat, para negotiator, mediator perempuan Indonesia untuk sewaktu waktu diperlukan dapat berpartisipasi di dalam negosiasi negosiasi perdamaian," tutur Retno.
Menurut Retno, kerja sama dengan negara Belanda terkait isu tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pertukaran hingga pelatihan.
"Oleh karena itu kita menjalin kerjasama dengan Belanda mengenai isu ini. Jadi dalam bentuk dalam bentuk exchanged dalam bentuk pelatihan dan sebagainya. Dan ini berlaku untuk satu tahun dan setelah itu akan dilibatkan," jelas Retno.
Selain itu, Retno juga melalukan perpanjangan kerja sama dengan Belanda dalam bidang pelatihan untuk diploma. Dia menyebut kerja sama ini sudah dilakukan sejak lama dan akan diperpanjang untuk jangka waktu 4 tahun ke depan.
"Satu mengenai masalah pelatihan untuk diploma dan ini sebenarnya sudah merupakan MoU yang sudah berlangsung cukup lama ini adalah.. jadi ini tahun ke 16. Jadi kita perbarui lagi untuk 4 tahun ke depan. Jadi kalau 4 tahun ke depan berarti begitu selesai sudah akan 20 tahun," jelas Retno.

(zlf/zlf)