Round-Up

Wanti-wanti Kapolri bagi yang Tak Becus Tangani Karhutla

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 21:02 WIB
karhutla
Polisi padamkan karhutla (dok. istimewa)
Pekanbaru -

Anggota Polri yang tak mampu tangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya, bersiap untuk menerima ganjaran. Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku sudah lelah berteori sehingga, singkat kata, jenderal bintang empat itu berujar 'akan menyingkirkan' anggotanya yang dianggap gagal.

"Kalau saya ini yang jelas-jelas saja, capek kalau terlalu banyak teori. Jadi kalau kerja baik saya reward, kalau kerja nggak baik, saya singkirkan," kata Idham dalam acara peresmian aplikasi Lancang Kuning Nusantara di Balai Serindit Aula Gubernuran, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, Senin (9/3/2020).

Idham pada kesempatan ini juga secara terang-terangan memuji Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi dan jajarannya. Dia mengaku puas atas kinerja Polda Riau dalam hal penanganan karhutla.

"Saya merasa sangat respek sama Kapolda Riau ini, sebagai pimpinan Polri saya mengapresiasi. Begitu juga kepada Wakapolda dan seluruh pejabat utama tentang apa yang telah kalian kerjakan," ujar Idham.


Aplikasi penanganan karhutla bernama Lancang Kuning menjadi alasan Idham memuji Agung Setya. Dengan aplikasi yang diinisiasi Agung Setya, polisi dari mulai Kapolda hingga Bhabinkamtibmas bisa memonitor perkembangan kemunculan titik api, karena aplikasi tersambung dengan satelit.

Kembali ke Idham, dirinya bercerita beberapa waktu lalu telah meminta Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops), Irjen Herry Rudolf Nahak, untuk memerintahkan seluruh Wakapolda yang di wilayahnya terdapat karhutla, agar mempelajari aplikasi Lancang Kuning ke Polda Riau. Dan hal itu terlaksana dalam sebulan.

"Satu bulan kemudian saya bersama Panglima (Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto) datang lagi ke sini untuk meresmikan peluncuran dashboard," tutur Idham yang merasa senang aplikasi Lancang Kuning bisa digunakan tak hanya di cakupan Polda Riau.

Selanjutnya
Halaman
1 2