Boediono & Paskah 'Selamatkan' Ical dari Konflik Kepentingan
Selasa, 06 Des 2005 13:44 WIB
Jakarta - Masuknya Boediono dan Paskah Suzetta dalam Kabinet Indonesia Bersatu bukan tanpa sebab-musabab. Kedua orang ini dipakai untuk 'menyelamatkan' posisi Aburizal Bakrie dari konflik kepentingan.Reshuffle kabinet telah menggeser posisi Ical, sapaan akrab Aburizal, dari Menko Perekonomian menjadi Menko Kesra. Posisi yang ditempati Ical sebelumnya, diisi oleh Boediono.Nah, karena Ical terlempar dari kursi Menko Perekonomian, sebagai gantinya, kader Golkar Paskah Suzetta ditempatkan dalam tim ekonomi untuk menjabat sebagai Menneg PPN/Kepala Bappenas.Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Golar Syamsul Muarif berdasarkan keterangan yang diterima dari Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. Syamsul menemui Kalla, yang juga Wapres, di rumah dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (6/12/2005)."Masih ada masalah di dalam proses reshuffle kabinet. Salah satu contohnya, digesernya Ical yang merupakan kader Golkar dari pos Menko Perekonomian menjadi Menko Kesra," ungkap Syamsul.Pergeseran itu, lanjut dia, karena pemerintah SBY-JK ingin mempertahankan sejumlah perwakilan Golkar dalam kabinet. Selain itu juga untuk menghindari adanya konflik kepentingan Ical sebagai pengusaha dan Menko Perekonomian, sebagaimana sering disuarakan belakangan ini."Wapres mengatakan, kalau umpamanya Ical bukan jadi Menko Perekonomian, siapa yang akan menggantikannya dari Partai Golkar. Mencari penggantinya cukup sulit. Kita berusaha tidak ada konflik kepentingan itu, sehingga muncullah figur Boediono. Untuk itu maka Golkar mendapatkan satu kursi, yaitu Kepala Bappenas (Paskah Suzetta)," tutur Syamsul.
(mly/)











































