Mendagri Minta Pemda-Tokoh Adat Dialog Redam Kekerasan KKB di Tembagapura

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 15:49 WIB
Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan dialog dengan tokoh adat dan gereja untuk meredam kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Papua. Tito juga meminta agar Pemda Timika memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi ke daerahnya.

"Jadi saya kira peran DPRD, pemerintah daerah bersama-sama dengan tokoh-tokoh masyarakat Gubernur ya, kemudian Bupati Mimika, Bupati Puncak Jaya ini perlu untuk diajak diskusi dan nanti kami juga akan sampaikan supaya untuk meredam tokoh-tokohnya ini, kelompok-kelompok ini supaya mereka kembali. Kerana mereka ini kan ada yang datang dari beberapa daerah, saya kira itu," ujar Tito di Hotep Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Tito mengatakan, persoalan kewenangan keamanan ada di TNI dan Polri. Namun kepada pemerintah daerah setempat, Tito meminta agar memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi ke Timika dan daerah lainnya.

"Ya, KKB ini kan yang utama kan adalah masalah persoalan keamanan. Pak Kapolri dan Panglima TNI membentuk suatu Satgas khusus di sana untuk ditangani. Harapan kita ya kita minta kepada pemerintah daerah untuk satu, mereka-mereka yang sekarang mengungsi di Timika diberikan bantuan makan tempat tinggal dan lain-lain," kata dia.

Tito kembali mengatakan, tokoh gereja dan tokoh adat perlu melakukan dialog dengan KKB. Sehingga mereka tidak melakukan kekerasan lagi.

"Setelah itu melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh gereja, tokoh-tokoh adat di sana supaya kelompok-kelompok ini mereka jangan menggunakan kekerasan," katanya.

Tito mengatakan apabila ada aspirasi dari masyarakat, dia menganjurkan untuk menyampaikan kepada pemerintah setempat, bukan dengan kekerasan. Namun bagi yang melakukan kekerasan, harus ditindak tegas.

"Kalau ada apa sesuatu yang disampaikan, sampaikan lewat pemerintah setempat mekanisme yang ada. Kemudian kalau mereka melakukan kekerasan apalagi ada korban otomatis hukum harus tegak," tegas Tito.

"Kita nggak boleh membiarkan adanya kekerasan pelanggaran hukum seperti pembunuhan dan lain-lain, pasti kita juga akan tindak tegas," imbuhnya.

Sejak KKB masuk ke kawasan Tembagapura dan menguasai sebagian wilayah Tembagapura, KKB telah melancarkan serangan-serangan kepada aparat, termasuk menyerang mobil patroli Polsek Tembagapura dan menyerang Mapolsek Tembagapura.

Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan mengatakan, pada Minggu (8/3) siang warga dari beberapa kampung di Distrik Tembagapura berjalan kaki dari kampung mereka menuju ke Polsek Tembagapura. Mereka meminta dievakuasi.

"Jadi memang warga dari kampung-kampung di kawasan Tembagapura mereka berjalan kaki sepanjang 3-4 kilometer ke Polsek, mereka minta dievakuasi karena takut sama KKSB. Kami siap membantu warga untuk dievakuasi ke tempat yang aman, karena mereka minta ke Timika, kami siap antar ke Timika karena mereka banyak sanak saudaranya di Timika," kata Letkol Inf Pio kepada wartawan, Minggu (8/3).

Simak Video "3 TNI Gugur dalam Baku Tembak dengan KKSB"

[Gambas:Video 20detik]

(lir/idn)