Paskah Suzetta:
Saya Tahu Lika-liku Bappenas
Selasa, 06 Des 2005 13:21 WIB
Jakarta - Paskah Suzetta tampaknya emoh dibilang 'kopong' alias minim pengetahuan tentang Bappenas. Sebagai anggota dewan yang bertahun-tahun bermitra dengan Bappenas, ia mengaku sudah mengerti betul dengan lika-liku instansi yang baru ditinggalkan Sri Mulyani Indrawati itu.Pernyataan Paskah ini untuk menepis anggapan masyarakat yang masih menyangsikan kemampuannya memimpin Bappenas setelah ia ditunjuk Presiden SBY sebagai Menneg PPN/Kepala Bappenas yang baru."Minim pengalaman? Saya sudah punya pengalaman di ormas, parpol dan dunia usaha. Di DPR hampir 4 periode, saya menangani hal yang berkaitan dengan ekonomi. Sejak 1997, saya di komisi yang pasangannya dengan Bappenas. Jadi kurang lebih sudah 3 periode. Jadi lika-liku Bappenas sudah tahulah," papar Paskah.Karena itu, ia mengaku kesal kalau penunjukkan dirinya dikait-kaitkan dengan pesanan parpol yang mengayominya saat ini, yakni Partai Golkar."Tidak bisa begitu. Disamping memang ada faktor parpol, tidak bisa diabaikan juga faktor pengalaman. Jadi tidak melulu karena partai. Golkar sudah jadi pendukung, dapat atau tidak dapat posisi di kabinet kita tetap konsisten," tegasnya.Ditemui di rumahnya yang berlokasi di Jalan Mendawai I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2005), Paskah mengaku perasaannya biasa-biasa saja ditunjuk sebagai pembantu presiden. Paskah juga menjelaskan tentang rencana-rencananya yang akan dilakukan di Bappenas.Sebagai penerus, ia ingin ada program yang berkesinambungan dan sistematis dalam merencanakan pembangunan nasional. Karena rencana jangka pendek, menengah dan panjang selalu diimplementasikan dalam pidato-pidato presiden."Saya ingin konsisten dengan rencana-rencana tersebut," kata Paskah. Soal konsistensi ini, katanya, sudah diwanti-wanti SBY saat memintanya menggantikan Sri Mulyani yang kini menduduki posisi Menkeu.Tidak hanya melanjutkan program-program yang sudah ada saja. Paskah juga ingin menjemput bola. Ia siap melakukan koordinasi lebih aktif dengan instansi lainnya agar tidak ada tumpang tindih program antarlembaga. Termasuk juga koordinasi antardaerah, gubernur dan Bappeda. "Kita ingin mengurangi kemiskinan secara gradual," katanya.Soal kerjasama dengan tim baru yang dipimpin Boediono sebagai Menko Perekonomian, Paskah menegaskan tidak ada masalah. Apalagi ia mengaku sudah cukup dekat dengan Boediono saat menjadi Menkeu."Dengan Bu Sri (Sri Mulyani) juga dulu kita sama-sama aktivis, dan setahun ini dengan dia saya sering berkoordinasi," katanya.
(umi/)











































