Kino Golkar: Hasil Reshuffle Belum Memuaskan
Selasa, 06 Des 2005 13:15 WIB
Jakarta - Meski Partai Golkar mendapat satu jatah lagi di Kabinet Indonesia Bersatu, tidak berarti memuaskan kelompok induk organisasi (kino) partai berlambang pohon beringin itu. Sebab masih ada menteri yang seharusnya diganti. Biar nambah jatah?"Terus terang saja, kita punya keyakinan kok orang-orang yang lebih jelek daripada yang diganti itu ada yang tidak diganti," cetus Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Syamsul Muarif.Hal ini disampaikan Syamsul usai diterima Wapres Jusuf Kalla di rumah dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2005). Namun Syamsul tidak menyebutkan siapa sang menteri yang seharusnya diganti itu.Meski tidak puas, baik Golkar maupun SOKSI mengaku dapat menerima putusan reshuffle tersebut. Karena Golkar sangat menghargai hak prerogatif presiden dalam menentukan pilihan yang terbaik untuk susunan para pembantunya.Partai Golkar kini telah menempatkan 3 kadernya dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka adalah Aburizal Bakrie sebagai Menko Kesra, Fahmi Idris sebagai Menteri Perindustrian, dan yang baru bergabung adalah Paskah Suzetta sebagai Menneg PPN/Kepala Bappenas. Mengenai kedatangan Syamsul ke rumah dinas Kalla adalah untuk menyampaikan hasil Munas ke-8 SOKSI yang baru berakhir Senin kemarin. Pada saat pertemuan, Kalla mengatakan agar Indonesia menempatkan demokrasi dan kebebasan sebagai sebuah protes, bukan tujuan sebagaimana yang diterapkan oleh AS."Tujuan kita adalah kemakmuran dan kesejahteraan. Oleh karena itu kita jangan menuhankan demokrasi dan kebebasan, lalu mengabaikan tujuan itu," jelas Syamsul.
(mly/)











































