Wapres Ma'ruf Imbau Dai Sampaikan Pesan Damai: Pendakwah Bukan Hakim

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 11:46 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan, dalam berdakwah, Dai harus menyampaikan sesuai dengan pesan Allah SWT dan Al-Qur'an. Gunakanlah nasihat yang baik.

"Ketiga harapan saya supaya kita benar-benar menyampaikan sesuai dalam ajakan Allah. 'Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan ilmu atau dengan kebijakan yang bijaksana, nasehat yang baik' Ini saya kira perintah Al-Quran. Mari kita mengajak, jangan mengejek, menasehati jangan menyakiti. Merangkul jangan memukul," tegas dia.

Ma'ruf menegaskan, penceramah bukanlah seorang hakim. Sehingga tidak memiliki kewenangan untuk menghakimi dan memberikan vonis kepada jemaah.

"Kalian adalah pendakwah bukan hakim yang menghakimi, yang memberi vonis-vonis. Ini saya kira hal yang menurut saya juga," tambahnya.

Selain itu, Dai menurut Ma'ruf berperan dalam menyejahterakan umat. Dia mengajak Dai untuk memajukan dan menyejahterakan umat Islam.

"Saya juga ingin mengajak mari kita mengambil peran sebagai bagian umat terbesar di negara ini, mengambil tanggung jawab keagamaan tapi juga tanggung jawab kebangsaan. Negara kita sedang dalam ingin memajukan bangsa dan negara. Kalau bangsa sejahtera, maka sejahtera umat Islam karena mayoritas bangsa adalah... Mari kita membangun dan menyejahterakan umat Islam. Oleh karena itu menjadi tugas dan tanggung jawab kita dalam mengambil peran," ungkapnya.

Ma'ruf mengatakan seorang Dai memiliki peran dalam menanggulangi radikalisme. Menurutnya radikalisme mengganggu ketenangan bangsa dan negara.

"Saya juga harapkan untuk ikut menanggulangi yaitu radikalisme yang sekarang sudah dekat. Ini mengganggu ketenangan. Radikalisme yang kita maksud tentu yang negatif, radikal yang mengarah ke terorisme," ucap Ma'ruf.

Diketahui, Rapat Koordinasi IKADI itu dihadiri oleh seluruh pengurus wilayah IKADI. Jumlah peserta terdiri dari 350 orang.

Halaman

(lir/idn)