Wapres Ma'ruf Imbau Dai Sampaikan Pesan Damai: Pendakwah Bukan Hakim

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 11:46 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berpesan kepada para pendakwah atau Dai untuk senantiasa menyampaikan pesan damai kepada jemaah. Ma'ruf juga mengimbau para Dai untuk menyampaikan nasihat bukan menghakimi.

"Para Dai adalah orang-orang yang mengajak kebaikan, memerintahkan yang baik-baik melarang yang buruk, yang mungkar. Artinya penyebar kebaikan di mana-mana. Karena itu pemerintah sangat membutuhkan kehadiran para Dai," kata Ma'ruf saat membuka Rakornas Ikatan Dai Indonesia (IKADI) di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Ma'ruf meminta kepada Dai untuk tidak memakai ayat perang dalam dakwahnya. Karena Indonesia tidak dalam suasana perang.

"Kami mohon agar dakwah yang kita berikan itu sesuai dengan suasana kedamaian itu dan tidak membawa ayat perang, karena kita tidak dalam suasana perang. Memang ada ayat perang, tapi dipakai dalam suasana perang," kata dia.

Ma'ruf menyebut, Indonesia adalah negara kesepakatan yang terdiri dari Pancasila dan NKRI. Maka, pendakwah harus menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan kesepakatan itu.

"Kedua, dakwah kita berada di dalam satu kehidupan kenegaraan yang dibalut di atas dasar kesepakatan. Oleh karena itu dakwah kita harus ada dalam rangka kesepakatan. Saya mengatakan negara kesepakatan, di antara kamu dan non-muslim ada kesepakatan, maka tidak ada yang didzalimi dan dibunuh. Kalau ada terbunuh, kamu harus membayar denda kepada keluarganya," jelas dia.

"Dakwah kita dalam suasana kesepakatan. Pancasila kesepakatan, NKRI, karena itu kita berada di suasana kesepakatan itu," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2