Ada Massa LGBT di Aksi Hari Perempuan Sedunia di Depan Istana

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Mar 2020 18:11 WIB
Massa LGBT di seberang Istana.
Massa LGBT dalam aksi hari perempuan internasional di seberang Istana. (Foto: Tim detikcom)
Jakarta -

Massa menggelar aksi memperingati hari perempuan internasional/international women's day di seberang Istana. Tampak juga perwakilan massa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Peringatan hari perempuan sedunia diawali dengan longmarch dari Jl MH Thamrin hingga Taman Pandang Istana. Berbagai elemen massa berkumpul menyuarakan aspirasinya lewat orasi hingga poster.

Saat di lokasi, terlihat beberapa massa yang mengenakan gelang pelangi khas LGBT. Ada juga bendera pelangi yang dibentangkan di atas mobil komando.



Salah satu perwakilan massa meminta negara mengakui keberagaman. Ia juga meminta negara menghentikan 'kriminalisasi' terhadap kelompok LGBT.

"Negara harus mendorong regulasi negara mengakui keberagaman, identitas gender dan orientasi seksual serta menghentikan segala bentuk upaya kriminalisasi terhadap kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender yang dilandasi oleh sifat dan phobia," kata massa saat membacakan orasi, Minggu (8/3/2020).

Di samping itu, massa lainnya juga membacakan tuntutan. Aksi diakhiri oleh pembacaan tuntutan politik oleh perwakilan setiap kalangan serta pembacaan tuntutan.

Adapun, 6 tuntutan Hari Perempuan Internasional 2020 meliputi:

1. Tangani dan tuntaskan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan
2. Bangun sistem perlindungan komperhensif bagi perempuan anak dan kelompok minoritas
3. Cabut perundang-undangan dan batalkan rencana perundang undangan yang diskriminatif tidak berkeadilan gender dan melawan HAM
4. Hentikan agenda pembangunan yang berpihak pada investor
5. Pembatalan Omnibuslaw RUU Cipta Kerja, RUU ketahanan keluarga dan RKUHP.
6. Bahas dan sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat dan Pelecehan di Dunia Kerja sesuai dengan konferensi AILO.

Tonton juga video Kejagung Larang LGBT Jadi CPNS, PPP: Agar Tak Menular:

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/dkp)