Di Balik Pencoretan Fadel, Muladi dan Bawazier

Di Balik Pencoretan Fadel, Muladi dan Bawazier

- detikNews
Selasa, 06 Des 2005 11:07 WIB
Jakarta - Hari Senin (5/12/2005) menjadi hari sangat menegangkan bagi sejumlah menteri maupun calon menteri yang sudah dikabarkan akan masuk kabinet. Maklum saja, isu reshuffle sudah berhembus kencang sejak pagi. Sejumlah menteri sudah disebut-sebut akan dicoret, dan sejumlah nama baru sudah ancang-ancang akan masuk.Hampir mirip dengan detik-detik menjelang pasangan Presiden SBY dan Wapres JK akan mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Oktober 2004 lalu. Banyak menteri dan calon menteri yang resah menunggu datangnya telepon dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.Dan benar saja, sampai Senin siang, nama calon menteri yang sudah pasti masuk baru Boediono, yang akan menempati Menko Perekonomian. Namun nama-nama lain yang sudah beredar belum ada yang dihubungi Sudi Silalahi, sebagai perwakilan dari Presiden SBY. Tak pelak lagi, nama-nama yang sudah beredar semakin cemas.Karena nama tak kunjung ada kejelasan siapa yang menyusul Boediono, sejumlah nama dikabarkan masih berada di kantong SBY. Sebut saja Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad. Kader Partai Golkar ini disebut-sebut akan masuk kabinet menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang ditempat Saifullah Yusuf.Fadel bahkan sudah berada di Yogyakarta sejak ia dikabarkan menjadi salah satu kandidat. Sejumlah wartawan juga sempat memergoki Fadel pada Senin sore dipanggil SBY. "Nggak mungkin gubernur dipanggil SBY ke Yogyakarta kalau tidak ditawari posisi menteri," kata sumber detikcom di Istana Negara Gedung Agung.Sumber tersebut kemudian menjelaskan bahwa nama Fadel tak masuk bursa pada detik-detik terakhir. Namanya baru dipastikan tidak masuk setelah pada pukul 18.00 WIB setelah JK menghubungi Gus Dur untuk memastikan posisi Saifullah Yusuf."Gus Dur merekomendasikan Saifullah Yusuf untuk tetap berada di kabinet. Nggak jadi dicoret," kata sumber tersebut. Gagal mencoret Saifullah, gagal pula memasukkan nama Fadel Muhammad.Nama lain yang sudah santer disebut-sebut akan masuk adalah mantan Menkeu Fuad Bawazier. Namanya disebut-sebut akan masuk menggantikan Menneg Perumahan Rakyat M Yusuf Ashari. Namanya sangat santer, hingga membuat sebuah stasiun televisi menampilkan profil dan kehidupan sehari-hari sang calon menteri sebelum pengumuman kabinet berlangsung. Namun, sampai detik-detik menjelang pengumuman, namanya tidak masuk.Sedangkan Yusuf Ashari saja sudah pasrah jika diganti Fuad. Ia sudah mendapat kabar dari orang dekat SBY kalau dirinya ditawari posisi Kabulog menggantikan Widjanarko Puspoyo. Namun, penolakan masuknya Fuad dari sejumlah kader PKS diduga kuat mengganjalnya. "Fuad belum menjadi kader PKS," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring.Sementara Gubernur Lemhanas Muladi juga santer disebut-sebut akan masuk. Namun, sumber detikcom mengatakan namanya tak jadi masuk menggantikan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono karena Juwono dinilai sudah on the track. "Selain itu, jika Muladi masuk, Golkar terlalu kuat di kabinet," tambah sumber tersebut.Sementara nama Paskah Suzetta dan Erman Suparno masuk pada menit-menit terakhir. Mereka dihubungi Sudi Silalahi sekitar pukul 15.00 WIB dan harus segera meluncur ke Yogyakarta untuk bertemu SBY. Keduanya menghadap SBY, hanya berselang 30 menit sebelum reshuffle kabinet diumumkan.Alhasil, nama-nama yang masuk in the last minute justru lolos. Paskah menjadi Menneg PPN/Kepala Bappenas mengganti Sri Mulyani. Erman menduduki kursi Menakertrans menggantikan Fahmi Idris. Sedangkan Fadel, Muladi, dan Fuad harus gigit jari. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads