Gelar Kejuaraan Menembak, Ketua MPR: Ajang Promosi Senjata Indonesia

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 20:36 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Setelah sebelumnya sukses melibatkan komunitas motor melalui Riding Kebangsaan dan Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, kini sosialisasi dilakukan dengan melibatkan para pencinta olahraga menembak melalui Kejuaraan Tembak Reaksi 'Legislator Championship 2020' memperebutkan Piala Ketua MPR RI.

"Melalui kejuaraan ini, MPR RI sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa merenungi perjalanan 22 tahun reformasi. Tidak ada yang salah dengan reformasi, namun bukan berarti kita boleh berpuas diri dan tak melalukan evaluasi perbaikan. Karena memperbaiki kehidupan bangsa merupakan upaya berkelanjutan yang tak boleh berhenti di tengah jalan," ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka acara puncak Kejuaraan Tembak Reaksi IPSC Level III Legislator Championship 2020 di lapangan tembak Senayan, dalam keterangannya, Sabtu (7/3/20).

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, pasca bergulirnya Reformasi 1998, tafsir Pancasila seperti dilepaskan ke pasar bebas. Hal ini ditandai dengan dihapusnya TAP MPR RI No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), dibubarkannya Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), serta dihapusnya mata pelajaran Pancasila sebagai mata pelajaran pokok di sekolah dan perguruan tinggi.

"Sehingga negara tak punya kuasa untuk hadir membina anak bangsa agar mempunyai mental ideologi Pancasila. Akibatnya sungguh mencekam. Survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarief Hidayatullah Jakarta pada tahun 2018 melaporkan 63% guru memiliki opini intoleran terhadap agama lain, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu menuturkan 3% anggota TNI terpapar ekstrimisme," ujar Bamsoet.

"Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tahun 2018 mencatat 7 kampus terpapar ekstrimisme agama, 36,5% mahasiswa kampus islam setuju khilafah berdasarkan survei Cisfrom 2018, dan 19,4% PNS tidak setuju Pancasila sebagaimana temuan Alvara 2018," jelas Bamsoet.

Mengisi kekosongan peran negara dalam membentuk dan membina mental ideologi bangsa itulah, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan jasa yang ditorehkan Ketua MPR RI 2009-2014 Taufik Kiemas sebagai pencetus Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Tak salah jika MPR RI bermaksud memberikan anugerah Bapak Empat Pilar kepada yang bersangkutan.

"Pendekatan sosialisasi yang dilakukan MPR RI selalu berbeda terhadap satu segmen masyarakat dengan segmen lainnya. MPR RI senantiasa dituntut kreatif dan inovatif, sehingga tak monoton melakukan sosialisai hanya dalam bentuk ceramah maupun seminar. Sebagaimana ditunjukan hari ini melalui kejuaraan tembak reaksi," tandas Bamsoet.

Sebagai Penasihat PB PERBAKIN, Bamsoet memaparkan penyelenggaraan kejuaraan ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan moral MPR RI bagi kemajuan cabang olahraga menembak, yang selama ini memang telah menunjukkan prestasi membanggakan. Seperti di ajang kejuaraan internasional SEA Games 2019 di Filipina, Indonesia tampil sebagai juara umum.

"Di tahun yang sama, Kontingen TNI Angkatan Darat juga menorehkan prestasi gemilang sebagai juara umum untuk ke-12 kalinya secara beruntun di ajang kejuaraan menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2019. Yang lebih membanggakan, kontingen Indonesia menggunakan senjata produksi dalam negeri, yakni PT Pindad," ujar Bamsoet.

"Event ini dapat menjadi ajang promosi sekaligus pembuktian kepada dunia internasional, bahwa kemampuan produksi persenjataan Indonesia sangat bisa diandalkan," imbuh Bamsoet.

Ketua DPR RI 2014-2019 ini menambahkan, penyelenggaraan ajang kejuaran seperti ini menjadi penting untuk menyediakan ruang dan kesempatan bagi atlet dan pencinta olahraga menembak untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan performa mereka. Pada banyak momen dan kesempatan, kehadiran atlet yang berprestrasi, khususnya di level internasional, tidak dapat dibantahkan telah meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.

"Motivasi utama para atlet yang berjuang keras mengukir prestasi di ajang kompetisi internasional, didorong oleh rasa cinta Tanah Air yang mendalam," ujar Bamsoet.

"Rasa cinta Tanah Air adalah nilai kebangsaan yang terus menerus digelorakan oleh MPR RI melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)