Cara Bank BUMN Tekan Dampak Corona

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 18:59 WIB
BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

Corona virus yang mulai teridentifikasi pada akhir tahun 2019 dan telah menelan korban serta menyebar ke beberapa negara. Penyebaran virus tersebut disinyalir berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi melalui potensi turunnya aktivitas perdagangan, pariwisata, dan beberapa sektor terkait, termasuk sektor finansial.

Pemerintah Indonesia telah bersiap menahan laju dampak negatif tersebut terhadap perekonomian di dalam negeri. Badan-badan usaha milik negara (BUMN) pun tidak tinggal diam, di mana setiap perusahaan mempersiapkan kontribusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Tengok saja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang sejak awal wabah Covid-19 ini merebak telah melakukan langkah-langkah konkret, mulai dari membagikan masker secara gratis bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara-negara terdampak wabah. Hingga awal 9 Februari 2020, BNI bersama BUMN lain (Garuda Indonesia, RNI, Bank Mandiri, Bank BTN, dan BNI Life) telah mengirimkan masker sebanyak 161 ribu buah ke Hong Kong, Korea, Singapura, dan Taiwan.

Adapun terkait dengan fungsi intermediasi bank-bank Himbara tengah menuntaskan Stress Test untuk mengukur besaran dampak wabah Covid-19 terhadap berbagai industri. Langkah ini diperlukan untuk mencari peluang-peluang yang justru terbuka akibat dari wabah Covid-19.

Tidak menutup kemungkinan bank-bank BUMN ini dapat melakukan ekspansi pada sektor-sektor ekonomi yang tidak terkena dampak wabah. Sektor yang sudah merasakan efek Covid-19 antara lain manufaktur, pariwisata, komoditas, farmasi/kesehatan dan transportasi.

"Kami juga melakukan pengkajian kebijakan-kebijakan yang dirilis oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," terang Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Jumat (6 Maret 2020).

Sementara itu, Bank Mandiri menerapkan serangkaian protokol khusus untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan Bank Mandiri. Saat ini, protokol tersebut telah disosialisasikan di berbagai titik informasi di kantor-kantor utama maupun kantor cabang perseroan di seluruh Indonesia.


Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan, menjelaskan penyusunan protokol tersebut telah dilakukan unit Business Continuity Management (BCM) pada periode awal merebaknya wabah Covid-19 di dunia, dengan proses sosialisasi yang semakin diperkuat pasca pernyataan pemerintah yang mengonfirmasi adanya pasien terinfeksi Covid-19 di Indonesia.

"Penyusunan protokol ini sebenarnya tidak terlepas analisa keseluruhan terhadap dampak penyebaran virus Covid-19, termasuk terhadap bisnis dan operasional perseroan. Penerapannya pun kami pastikan dilakukan secara berhati-hati agar tidak mengganggu kenyamanan nasabah, tamu dan karyawan," jelas Rully.

Peluang Baru

Upaya membuka peluang baru tersebut juga dilakukan melalui aktivitas-aktivitas nyata oleh bank-bank BUMN. Seperti yang dilakukan BNI, yang mengundang 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra binaan BNI ke Jakarta, pada 2-3 Maret 2020. Pelaku UMKM yang berasal dari berbagai kota di Indonesia ini diberi pelatihan terkait update terbaru pada industri di dunia, peluang-peluang yang masih terbuka, hingga cara memperbaiki produk agar sesuai dengan minat pasar internasional.

Pemberi materi didatangkan langsung dari New York atas kerja sama BNI dengan Konsulat Jenderal RI di New York. Para pelaku UMKM juga dikurasi untuk dipilih sebagai wakil dalam Pameran New York Now di Amerika Serikat nanti.

Begitu juga dengan Bank BTN yang kian masif menggandeng berbagai mitra untuk membuat ekosistem perumahan tetap berlangsung dengan baik. Bank yang berfokus di segmen kredit perumahan ini baru saja meluncurkan produk BTN Solusi yang menawarkan bunga single digit dengan bundling payroll.

"Sebelumnya kami juga memiliki program HFC [Housing Finance Center] bekerja sama dengan SBM ITB dan UGM dalam penyiapan pelatihan setingkat mini MBA bidang properti yang menghasilkan pengusaha muda di bidang properti untuk membuka berbagai bisnis perumahan baru yang memerhatikan berbagai aspek untuk keberlanjutan bisnis," jelas Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury.

"Sudah ada sekitar 5.000 pengusaha muda yang sudah siap untuk memainkan peran sebagai pengusaha muda bidang properti mendukung program pemerintah dalam sejuta rumah," kata Pahala menambahkan.

Bagi Bank BTN, dengan adanya stimulus di sektor perumahan dari pemerintah juga akan semakin membuat bisnis perumahan juga terus berjalan. Ini akan memberikan peluang bagi masyarakat yang belum punya rumah untuk kemudian mereka memiliki kesempatan untuk memiliki rumah.

"Apalagi sektor perumahan memiliki multiplier effect lebih dari 171 industri lainnya, jadi kami melihat nilai ekonomi yang dihasilkan akan berlipat ganda dan diharapkan dapat membantu menopang keberlanjutan ekonomi nasional," ujar Pahala.

Gaya Hidup Sehat

Selain upaya-upaya eksternal tersebut, bank-bank Himbara juga memiliki program yang terus dibudayakan secara internal demi menjaga kesehatan karyawannya, sekaligus mencegah merebaknya virus Corono.

Di BNI, dikembangkan Program Healthy Lifestyle for Hi-Movers Tahun 2020. Di dalam program tersebut, BNI menegaskan kepada seluruh pegawainya untuk mengikuti langkah-langkah Preventive Umum dengan tujuan menjaga kesehatan, serta langkah-langkah preventive yang secara Khusus dilakukan untuk melindungi diri dari Wabah Covif-19.

Langkah-langkah preventive secara umum antara lain mengharuskan pegawai beserta keluarga ini meningkatkan kondisi kesehatan dengan cara memperhatikan personal hygiene; mengonsumsi makanan sehat, bersih, dan bergizi; serta mengonsumsi multivitamin yang ditunjang olahraga rutin. Lalu mewajibkan penggunaan masker bagi pegawai yang sakit di lingkungan kantor serta menyediakan vaksin influenza bagi pegawai.

Adapun langkah-langkah Preventive Khusus diatur untuk menghadapi wabah Covid-19, BNI menekankan agar pegawai dan keluarga inti menghindar dari bepergian ke lokasi-lokasi yang tergolong sebagai negara terjangkit Covid-19, baik dalam hal kepentingan dinas maupun personal. Daftar negara yang perlu dihindari menyesuaikan dengan daftar resmi dari Kementerian Kesehatan.

Apabila tidak terhindarkan dari keharusan bepergian ke negara terjangkit tersebut, maka pegawai diwajibkan melindungi diri sebaik mungkin dengan menjaga kesehatan dan menggunakan masker secara baik dan benar. Pegawai yang akan kembali dari negara terjangkit wabah Covid-19 agar memeriksakan diri ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah, untuk mendapatkan surat keterangan sehat sebelum kembali ke kantor.

BNI juga mengoptimalkan pembersihan ruang kerja dan sarana penunjangnya secara detail menggunakan desinfektan. BNI menyediakan cairan hand sanitizer untuk mencuci tangan di banyak titik, sehingga memudahkan pegawai untuk membersihkan tangan. BNI juga menyediakan alat ukur suhu tubuh dan digunakan untuk memeriksa setiap pegawai atau tamu yang masuk ke lobi utama Gedung.

Khusus bagi pegawai dari kantor cabang luar negeri atau pegawai yang sedang tugas belajar di negara yang terjangkit wabah wajib menggunakan masker dengan baik saat bepergian ke tempat umum. Membatasi perjalanan ke luar rumah apabila tidak bersifat urgent.

"Saat ini, BRI telah menerapkan prosedur Thermoscreening dan penggunaan hand sanitizer bagi para pengunjung Kantor Pusat Bank BRI di Jakarta dengan menaruh beberapa Thermotermal Infrared yang dapat mendeteksi suhu tubuh pengunjung dan nasabah BRI. Penerapan ini adalah langkah pencegahan untuk membatasi ruang gerak penularan virus di wilayah kerja BRI," ungkap Amam Sukriyanto.

Amam juga menambahkan bahwa Bank BRI menerapkan sepuluh anjuran Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di antaranya makan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu terdapat anjuran untuk tidak merokok, menggunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam, makan makanan yang dimasak sempurna, dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan, bila demam dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan, jangan lupa berdoa, dan minum air mineral 8 gelas/hari.

Lalu untuk mengunjungi klinik atau pusat fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala sakit. Anjuran Germas ini telah disosialisasikan ke seluruh Unit Kerja BRI.

(prf/ega)