Susah Dicari, Penerbit Sukarno File Tak Curiga Ada Sabotase
Selasa, 06 Des 2005 10:18 WIB
Jakarta - Buku Sukarno File sekarang susah dicari di pasaran. Menurut penerbitnya, PT Aksara Karunia, buku yang menyatakan Soekarno sebagai dalang G30 S/PKI itu langsung habis begitu didrop di toko-toko buku. Meski begitu, penerbit tak curiga ada sabotase untuk menghalangi buku itu tersebar ke masyarakat."Rasanya nggak ada (sabotase). Saya pikir memang laris. Karena memang banyak sekali yang minta. Toko buku banyak yang minta. Biasanya kan toko buku minta dikirim 100 buku untuk satu bulan. Tapi ini belum satu bulan sudah minta dikirim lagi," kata Direktur PT Aksara Karunia, Aristides Katoppo, kepada detikcom, Selasa (6/12/2005).Untuk cetakan pertama, PT Aksara Karunia mencetak buku yang ditulis Antonie CA Dake itu sebanyak 7 ribu eksemplar. Karena belum ada satu bulan cetakan pertama habis dipesan, PT Aksara segera menerbitkan cetakan kedua. "Untuk cetakan kedua jumlahnya 3 ribu. Tapi ini juga sudah habis dipesan," kata Aristides.Sukarno File diluncurkan pada 17 November 2005 di Wisma Kodel, Jakarta. Buku itu mengundang kontroversi karena menyebut mantan Presiden RI pertama sebagai dalang peristiwa G30S/PKI. Antonie C.A Dake menyatakan Soekarno telah mengetahui dua hari sebelumnya bahwa 1 Oktober 1965 merupakan hari kudeta. Soekarno telah tahu siapa saja jenderal TNI Angkatan Darat yang menjadi sasaran kudeta dan apa yang akan terjadi pada mereka. Dalam buku itu Dake membela Soeharto. Menurut Dake, tudingan Soeharto sebagai dalang G30S/PKI sama sekali tak beralasan. Alasannya tindakan Soeharto hanya merupakan reaksi atas tragedi yang menimpa para jenderal. Buku Sukarno File merupakan hasil penelitian Dake yang salah satunya menggunakan dokumen rahasia di Amerika Serikat (AS) yang kini bisa diakses publik.Buku itu dikecam oleh keluarga Soekarno. Dua putri mantan proklamator itu yakni Megawati dan Sukmawati membantah Soekarno merupakan dalang G30S/PKI. Mega menyatakan buku itu merupakan pembunuhan karakter terhadap Soekarno. Buku itu hanya mencari-cari kejelekan Soekarno tanpa mau menyantumkan sisi positif ayah Mega itu. Sedangkan Sukma menyatakan, Soekarno tak mungkin menjadi dalang G30S/PKI. Pasalnya Soekarno justru jatuh akibat tragedi tersebut. Sukma lantas menyebut Dake telah mengotori sejarah bangsa Indonesia.Selain protes dari dua putri Soekarno, buku itu juga memicu aksi demo dari pendukung Soekarno. Front Marhaenis Sumatera Utara mendemo Konsul Belanda di Medan. Massa menuntut agar Sukarno File direvisi.
(iy/)











































