Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Baru, Ini Profil Bambang Brodjonegoro

Yudistira Imandiar - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 14:12 WIB
Bambang Brodjonegoro
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah akan segera memindahkan ibu kota negara mulai tahun 2024. Kalimantan Timur dipilih menjadi pusat pemerintahan negara sekaligus ikon negara yang baru, menggantikan DKI Jakarta. Ibu kota baru tersebut bakal dikelola oleh Badan Otorita dan dipimpin seorang kepala yang jabatannya setingkat menteri.

Saat ini Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi payung hukum pembentukan lembaga tersebut sedang digodok. Targetnya rampung pada Juni 2020. Pemimpin ibu kota yang baru pun sudah dibocorkan Presiden Jokowi. Salah satunya adalah mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia/Bappenas yang kini menjadi Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional yakni Bambang Brodjonegoro.

Bambang Brodjonegoro menjadi salah satu orang yang ikut menggawangi proses pencarian lokasi ibu kota buat Indonesia, hingga memberikan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo di medio 2019. Dia diberikan tanggung jawab besar dalam proses migrasi sentra pemerintahan negara, sebab saat itu Bambang menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Ide pemindahan ibu kota bukanlah gagasan asal yang dibuat pemerintah. Bambang bersama jajarannya di Bappenas, Bambang membuat kajian mendalam mengenai pemilihan lokasi ibu kota. Setidaknya ada empat alasan yang membuat Jakarta mesti menanggalkan statusnya sebagai ibu kota. Alasan pertama, yakni karena pulau Jawa sudah terlalu padat. Kedua, pulau Jawa sudah terlalu mendominasi Produk Domestik Bruto (PDB). Faktor lainnya, yaitu ketersediaan air bersih di Jawa rentan krisis, dan yang terakhir konversi lahan menjadi bangunan di Jawa sudah terlalu masif.

Kalimantan Timur dipilih karena secara geografis, posisinya ada di tengah, sehingga tidak terjadi ketimpangan ekonomi maupun politik antara wilayah barat dan timur. Menjadi kandidat kepala Badan Otorita Ibu Kota, Bambang memiliki sejumlah pengalaman yang bakal menjadi bekal jika terpilih nanti.

Pria bernama lengkap Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro tersebut lulus dari Jurusan Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional Universitas Indonesia pada 1990. Ia lantas melanjutkan pendidikan master di University of Illinois at Urbana-Champaign jurusan Tata Kota. Berikutnya, ia mendapatkan gelar Philosophy Doctor (PhD) setelah menyelesaikan studi di jurusan Tata Wilayah dan Perkotaan, juga di University of Illinois.

Maka tak heran ia pun ditunjuk presiden sebagai Kepala Bappenas dari 2016 hingga 2019. Salah satu tugas yang diemban Bambang adalah mencari calon ibu kota baru. Lokasi yang dipilih yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menariknya setelah mencarikan calon lokasi ibu kota baru, ia pun masuk dalam bursa calon ketua Badan Otorita ibu kota tersebut.

Masuk di pemerintahan periode kedua Jokowi, dia ditunjuk menjadi Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Periode 2019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju. Sebagai Menristek dan Kepala BRIN, ia pun menjadi pendukung terobosan teknologi dan inovasi dalam negeri. Salah satunya mendorong pengembangan kendaraan listrik untuk menjadi moda transportasi masa depan yang ramah lingkungan.

Transportasi umum dengan kendaraan listrik juga akan menjadi bagian dari pengembangan ibu kota baru yang dibuat dengan konsep forest city. Kota tersebut nantinya memiliki banyak ruang terbuka hijau dan ditunjang sarana transportasi umum ramah lingkungan.

Salah satu dukungan konkret terhadap kendaraan listrik yang dilakukan Bambang adalah dengan mendukung salah satu penyedia transportasi online dalam menggunakan motor listrik Gesit buatan dalam negeri. Ia juga mendorong penyelenggaraan kajian inovasi penggunaan natrium sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik pengganti lithium. Produk baterai kendaraan secara lokal dimaksudkan agar mendorong industri kendaraan elektrik di dalam negeri, karena baterai merupakan komponen utama.

Selain itu, Kemenristek di bawah arahan Bambang juga menaruh perhatian pada pengembangan teknologi lingkungan. Salah satu usaha yang akan dilakukan, yakni melakukan riset pengembangan teknologi pengolahan sampah.

Melalui riset tersebut, diharapkan bisa muncul inovasi teknologi pengelolaan sampah yang efektif guna membuat lingkungan yang lebih bersih. Teknologi tersebut dapat diterapkan di ibu kota baru yang mengedepankan lingkungan yang asri.

(prf/ega)