Polda Kepri Tindak Tambang Ilegal Beromset Rp 1,8 M

Agus Siswanto Siagian - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 10:46 WIB
Polda Kepulauan Riau ungkap tambang ilegal.
Foto: Dok. Polda Kepri
Jakarta -

Tim Ditreskrimsus Polda Kepri menindak tambang pasir ilegal di Kelurahan Sambau, Nongsa, Batam. Sedikitnya ada 11 dump truk diamankan oleh jajaran Subdit-IV Krimsus Polda Kepri.

Penindakan dilakukan pada Sabtu (7/3/2020) dini hari. Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Hanny Hidayat memimpin langsung penangkapan itu.

Menurut Hanny, Ditreskrimsus menerima laporan adanya kegiatan penambangan tanah ilegal di lokasi. "Ada 11 dump truck dan 4 eskavator yang kita temukan di lokasi sedang melakukan kegiatan pengerukan pasir," ujar Hanny.

Penambang bekerja dengan cara cut and fill atau memotong bukit dan meratakan nya. Kegiatan penambang tanah ternyata hanya untuk mengambil pasir yang terkandung di dalam tanah. Mereka mencuci dan menyaring tanah tersebut hingga menjadi pasir.

Sebanyak 20 orang yang diamankan polisi, 4 orang bertugas sebagai operator alat berat, 4 orang sebagai pencatat, 11 orang sebagai supir lori, dan 1 orang penjual makanan.

"Selain itu Tim Ditkrimsus juga mengamankan barang bukti berupa 11 unit mobil lori, 4 unit escavator, 4 buku rekapan hasil penjualan tambang," jelas Hanny Hidayat.