PDIP: Usulan Solusi Banjir 2 Cawagub DKI Bisa Dikolaborasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 07:46 WIB
Kawasan Teluk Gong kerap dilanda banjir saat hujan deras guyur wilayah Jakarta. Warga di kawasan itu pun mau tak mau mengungsi saat banjir merendam rumah mereka
Ilustrasi (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPR DKI Jakarta menilai usulan dua cawagub Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis untuk solusi tangani banjir Jakarta dapat dikolaborasikan. PDIP sepakat dengan usulan dari kedua cawagub tersebut.

"Saya pikir gini, bahwa sekarang yang perlu tindak lagi dari pemerintah daerah sekarang ini adalah bagaimana segara mewujudukan atau tindak lanjut dari program yang dulu pernah dicanangkan oleh pemerintahan sebelumnya. Misalkan bagaimana Pemprov segera mewujudkan soal apapun istilahnya, naturalisasi, atau normalisasi 13 sungai itu," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono kepada wartawan, Jumat (6/3/2020) malam.

"Yang kedua betul saya sepakat perlu penambahan RTH (ruang terbuka hijau) dalam rangka penambahan ruang terbuka hijau dalam rangkah menambah resapan air," sambungnya.

Dari dua usulan itu, Gembong menilai perlu ditindak lanjuti ke depannya.

"Saya kira ini perlu dua-duanya perlu ditindak lanjuti dau program itu. Bahwa kalau sekadar hanya menambah RTH saja juga tidak cukup. Hanya normalisasi-naturalisasi kali saja tidak cukup maka semua bisa beriringan, perlu penambahan RTH dalam rangkap penambahan daya serap air kita, yang kedua untuk menciptakan udara DKI Jakarta jadi lebih baik ketika RTH nya ditambah," ucapnya.

Oleh karena itu, Gembong menilai usulan kedua cawagub itu dapat dikolaborasikan dan dijalankan. Entah siapa pun yang nantinya terpilih.

"Kolaborasi, dua program itu dijalankan, siapapun yang nanti terpilih," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, cawagub DKI Jakarta dari Gerindra Ahmad Riza Patria memberikan sejumlah usulan untuk mengendalikan banjir di Jakarta. Riza mengusulkan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) hingga penggunaan pompa air di tiap-tiap kali.

"Penyebab banjir tentu air terlalu banyak. Memang Jakarta ini kan posisi memang rendah sehingga kalau hujan intensitas tinggi seperti kemarin, dia banjir. Kedua, karena adanya aliran sungai dari dataran yang lebih tinggi katakan lah dari Jawa Barat," ujar Riza di Conclave Wijaya, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Sementara cawagub DKI Jakarta lainnya, Nurmansjah Lubis mengatakan penanganan banjir di Jakarta harus dibedah dari hulu hingga hilir. Dia pun mengusulkan untuk memodifikasi program Gaint Sea Wall era Fauzi Bowo dan pembangunan cerucuk era Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Persoalan berarti ada di hulu, tengah dan ujung. Kalau di hulu saya pikir bahwa kita harus mengurai limpasan air yang ada di hulu. Dengan cara kemarin ada Waduk Cimahi, Waduk Sukamahi. Tapi persoalannya adalah DAS (Daerah Aluran Suangai) Ciliwung itu sudah rusak berat," ujar Nurmansjah.

(rfs/isa)