ADVERTISEMENT

Viral, Bocah 5 SD Buruh Batu-bata & Ayah yang Lumpuh Dibantu Jokowi

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 21:41 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Aan Nur Pratama, seorang bocah 12 tahun asal Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) harus bekerja untuk membiayai sekolah dan membantu orang tuanya. Sejak lima tahun terakhir, bocah yang duduk di bangku kelas 5 SD ini harus menjadi tulang punggung keluarga. Dia menjadi buruh batu bata menggantikan peran ayahnya yang lumpuh setelah mengalami kecelakaan kerja.

"Bulan depan (April) genap 6 tahun lamanya saya menderita seperti ini (lumpuh), waktu itu saat kerja angkat bata, papan tempat saya berpijak patah sehingga saya jatuh ke lubang dan tertimpa batu bata, sejak itu saya tidak bisa berjalan, dokter bilang tulang belakang saya patah, tidak berapa lama istri meninggalkan Aan dan saya," kenang Ayah Aan, Bakri, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2020).

Setelah kisah hidup Aan viral dan banyak diperbincangkan di media, kabar tersebut terdengar hingga sampai ke Istana. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, langsung menginstruksikan agar Aan dan seluruh anggota keluarganya mendapatkan perhatian dari instansi terkait untuk memastikan jaminan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Bakri mengungkapkan dirinya juga telah beberapa kali memanfaatkan Program JKN-KIS untuk menerima pelayanan kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di rumah sakit, mulai dari pelayanan rawat jalan maupun rawat inap.

"Saya pernah dirujuk dari Puskesmas ke RS Nenek Mallomo dan mendapatkan perawatan selama 7 hari, namun karena dianggap perlu penanganan yang lebih khusus selanjutnya saya dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar dan mendapatkan perawatan selama 21 hari. Dan Alhamdulillah, saya tidak dipungut biaya satu peser pun," ungkapnya.

Bakri berharap ke depannya dengan kondisi ruang geraknya yang terbatas seperti saat ini, dari FKTP tempat dia terdaftar atau dokter desa dapat melakukan kunjungan rutin terkait pengecekan kondisi kesehatan dan membawakan obat ke rumahnya.

"Kondisi saya saat ini tidak memungkinkan untuk banyak bergerak, jadi harapannya ada yang ke sini untuk cek kesehatan saya," ujarnya.

Dengan bantuan dari Presiden Jokowi ini, ia merasa sangat diperhatikan sebagai rakyat kecil, silih berganti dari instansi pemerintah mengunjungi rumahnya.

"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan pemerintah yang telah diberikan kepada saya dan keluarga, terutama BPJS Kesehatan karena sangat bermanfaat bagi saya untuk pengobatan. Dan juga, saya ucapkan terima kasih ke Bapak Presiden Jokowi," ujarnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT