Demo di Kedubes, GNPF: Hentikan Penyiksaan ke Muslim di India!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 16:24 WIB
FPI-PA 212 demo di depan Kedubes India. (Foto: Sachril/detikcom)
Foto: FPI-PA 212 demo di depan Kedubes India. (Foto: Sachril/detikcom)
Jakarta -

Massa gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) hingga Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi di depan kantor Kedubes India. Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap muslim di India.

"Umat muslim di Indonesia, secara institusional akan menyampaikan hak-haknya secara individu, maka Islam yang ada di India, saat ini teraniaya. Bahkan, untuk tinggal, untuk tidur, mereka sudah tidak diberikan tempat. Apalagi untuk ibadah, sarana ibadah, alat-alat ibadah," kata Ketua GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak dalam orasinya di depan Kedubes India, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020).

Yusuf Martak mengatakan umat Islam di Indonesia tidak akan tinggal diam atas apa yang terjadi di India. Dia pun meminta Pemerintah India untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap umat Islam di sana.

"Di dalam hal ini, kami bersama ormas Islam, menyampaikan agar menghentikan perlakuan penganiyaan yang ada di India. Apabila hal ini dianggap sepele, dan mereka berlindung di belakang aparat, berarti mereka menyetujui penyiksaan kepada umat Islam yang ada di India. Betul atau tidak?" ujarnya.

"Wahai saudaraku, orang yang ada di India, tunjukkan toleransi kepada kami. Jangan hanya teriak kami intoleransi, padahal mereka yang sangat intoleransi. Jangan perlakukan umat Islam seperti yang diberlakukan di Uighur, Rohingya, dan beberapa negara lain termasuk Palestina," imbuh Yusuf Martak.

Yusuf Martak pun berharap pihak Kedubes India mau mendiskusikan persoalan ini bersama. Dia menegaskan, GNPF dan sejumlah ormas yang ikut dalam aksi tersebut tak akan tinggal diam atas diskriminasi yang dilakukan pemerintah India.

"Maka saya bersama seluruh umat Islam yang ada di sini, menanti keterbukaan pintu kedutaan india. Duta besar nggak ada, wakilnya ada. Wakilnya nggak ada, wakil lainnya masih ada. Tapi saya mendengar, bahwa kedutaan besar India, menulis surat permohonan untuk bertemu MUI. Berarti mereka menggunakan siasat seolah-olah mereka sudah menemui, berarti sudah selesai. Kita nyatakan tidak selesai," kata dia.

"Kita tidak akan mendiamkan walaupun kita tidak bisa datang ke tempat mereka, tapi insyaallah perjuangan kita di Indonesia didengar internasional," sambung Yusuf Martak.

Massa gabungan dari FPI, GNPF hingga PA 212 saat ini masih berdemo di depan Kedubes India. Aksi tersebut membuat lalu lintas di sepanjang Jalan H Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan mengalami kepadatan.

Kedubes India Didemo, Jalan Rasuna Said Tak Bisa Dilalui Kendaraan!:

[Gambas:Video 20detik]



(mae/idh)