ICMI Butuh Cendekiawan Sejati Sebagai Nakhoda Baru
Selasa, 06 Des 2005 06:15 WIB
Jakarta -
Muktamar IV Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dinilai merupakan momentum bagi organisasi Islam ini untuk merevitalisasi diri. Untuk itu ICMI membutuhkan nakhoda baru yang bersosok cendekiawan sejati."Revitalisasi ini diperlukan dalam rangka peningkatan peran ICMI untuk rekonstruksi kehidupan kebangsaan yang masih terpuruk dewasa ini," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga anggota Dewan Pakar ICMI, Din Syamsuddin.Din, dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (6/12/2005), menyatakan sebagai perhimpunan para cendekiawan ICMI dapat menampilkan peran signifikan. Hanya sayang, ICMI diliputi kegamangan sehingga suaranya tidak terdengar dalam hiruk pikuk reformasi, termasuk terkesan apatis terhadap masalah yang dihadapi umat Islam."Maka diperlukan nakhoda ICMI yang bersosok cendekiawan sejati. Seorang figur yang memiliki otoritas keilmuan di bidangnya dengan komitmen kemanusiaan yang tinggi dan komitmen keimanan mendalam," kata Din.Tanpa otoritas keilmuan, lanjut Din, ketua umum ICMI yang baru akan sulit menggerakkan potensi cendekiawan lain. Sedang tanpa komitmen kemanusiaan, ICMI tidak akan mampu menampilkan peran profetik. Dan tanpa komitmen keimanan ICMI akan tumpul sebagai organisasi cendekiawan agama.Di ICMI terdapat banyak figur cendekiawan sejati itu, maka muktamar perlu mengedepankan pikiran cerdas dan hati nurani untuk menemukannya. ICMI tidak boleh terjebak kepada kepentingan politik dan apalagi kepentingan pribadi.
(gtp/)










































