Boediono yang Disukai Pasar
Selasa, 06 Des 2005 05:26 WIB
Jakarta - Terkabul sudah harapan pasar. Boediono, ekonom yang sangat disukai pasar, telah resmi ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menko Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie.Pengumuman Boediono sebagai Menko Perekonomian diumumkan Presiden SBY di Istana Negara Gedung Agung, Yogyakarta, Senin (5/12/2005) malam. Pengumuman ini menjawab teka-teki seputar kesediaan Boediono menerima pinangan SBY untuk menahkodai bidang perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu.SBY menceritakan soal pinangan terhadap koleganya semasa dalam pemerintahan Presiden Megawati itu, SBY sebagai Menko Polkam dan Boediono sebagai Menkeu, di Pangkalan TNI AU Polonia, Medan, Jumat 2 Desember lalu.Menurut SBY, ia meminang Boediono karena memerlukan orang yang bisa menangani persoalan makro ekonomi. Dalam kesempatan itu SBY menyatakan dirinya memang sudah meminta kesediaan Boediono untuk membantu di kabinet.Lalu apa jawab Boediono? Menurut Presiden SBY, Boediono sebenarnya sudah ingin beristirahat. "Tetapi saya sampaikan bahwa kalau rakyat menghendaki, pemerintah juga berharap, agar Pak Boediono membantu...tentu ini amanah," ungkap SBY. Dan, memang, Boediono menganggap penunjukkanya merupakan amanah. Boediono, saat ditemui wartawan usai pengumuman reshuffle kabinet, menyampaikan terima kasih kepada Presiden SBY atas kepercayaan yang diberikan. Boediono menyatakan akan melaksanakan amanat ini sebaik-baiknya.Ramah Terhadap PasarIni ketiga kalinya pria kelahiran Blitar 25 Februari 1943 ini duduk sebagai menteri. Pada era Presiden BJ Habibie, Boediono ditunjuk sebagai Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Setelah istirahat di zaman Gus Dur, ia ditunjuk menjari Menkeu oleh Presiden Megawati. Boediono ditunjuk menduduki jabatan elit itu karena dinilai bukan tokoh yang kontroversial dan ramah terhadap pasar. Dengan demikian, diharapkan ekonomi segera bisa dipulihkan.Ketika SBY sibuk menyusun kabinetnya setelah memenangi Pilpres 2004, Boediono juga masuk daftarnya. Tapi lamaran SBY kala itu ditolak pria berkamacata itu. Boediono beralasan, dia ingin istirahat dan kembali ke kampus.Boediono adalah seorang birokrat karier. Di Bappenas, ia pernah menjadi Deputi Fiskal Moneter. Lalu dia hijrah ke Bank Indonesia dengan posisi terakhir direktur. Dengan berbagai jabatannya itu, Boediono sudah terbiasa berdialog dengan para praktisi ekonomi, termasuk Bank Dunia dan IMF.Ketika kembali ke Bappenas sebagai orang nomor satu, Boediono pernah menyebutkan tiga komponen penting yang harus dilibatkan, yaitu adanya good policy (kebijakan yang baik), goodwill (kemauan baik), dan good luck (keberuntungan). Hal itu diperlukan untuk memulihkan kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia.Di kalangan orang kampus, Boediono sangat terkenal. Dia sangat produktif menulis buku. Buku-buku karyanya menjadi pegangan wajib para mahasiswa ekonomi di berbagai universitas terkenal.Nama Boediono benar-benar sakti. Beberapa menit setelah SBY menyebut namanya, pasar langsung menyambut girang. IHSG langsung meroket 19,269 poin. Rupiah juga menguat di level 10.020. Analis menyebutkan, pasar bergerak positif justru bukan karena kabar reshuffle itu, melainkan karena penyebutan sosok Boediono oleh SBY.Maklum, pasar selama ini sangat pro pada Boediono. Pasar menilai Boediono adalah ekonom dengan track record bagus dan tidak partisan.Kini, setelah Boediono resmi ditunjuk menjadi Menko Perekonomian, sepositif apa reaksi pasar? Kita akan segera mengetahuinya.
(gtp/)











































